Kamis, 22 November 2018

Kisah Tragis 2 Imam Diangkat Paus Fransiskus Jadi Orang Suci

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para perempuan membawa foto dan poster uskup Oscar Romero yang diangkat menjadi orang suci atau santa oleh Paus Fransiskus, Minggu, 14 Oktober 2018.

    Para perempuan membawa foto dan poster uskup Oscar Romero yang diangkat menjadi orang suci atau santa oleh Paus Fransiskus, Minggu, 14 Oktober 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Paus Fransiskus mengangkat dua imam Katolik sebagai orang suci, uskup Oscar Romero dan Paus Paulus VI, bersama lima orang lainnya yang kurang dikenal yang lahir di Italia, Jerman, dan Spanyol pada abad 18 dan 19.

    Siapa uskup Romero dan Paus Paulus VI yang ditahbiskan sebagai orang suci?

    Perang pecah antara tentara El Salvador yang didukung Amerika Serikat dengan gerilyawan Marixst, Front Pembebasan Nasional Farabundo Marti atau FMLN, pada tahun 1980-1992 telah menewaskan 75 ribu orang dan 8 ribu orang hilang.

    Reuters melaporkan, Romero menjadi ikon bagi rakyat miskin di Amerika Latin saat perang pecah di El Salvador, mengenakan T-shirt bergambar Che Guevara.

    Baca: Paus Fransiskus Tahbiskan 2 Imam Oposisi Gereja Jadi Orang Suci

    Dalam setiap kotbahnya, Romero kerap mengecam represi dan kemiskinan. Dia bersebarangan sikap dengan Vatican dan dengan semua Gereja Amerika Latin yang konservatif dan berkuasa penuh.

    Atas sikap kritisnya itu, Romero tewas ditembak pasukan khusus saat memberi misa di  Church of the Divine di San Salvador, ibukota El Salvador pada 24 Maret 1980.

    Beberapa menit sebelum penembakan yang mengenai jantungnya, Romero berkotbah tentang nilai dari harga diri manusia, persaudaraan dan kebebasan di seluruh dunia..

    Pembunuhan terhadap Romero menjadi peristiwa yang sangat mengejutkan dalam konflik panjang antara pemerintahan yang didukung AS dan pemberontak kiri yang menimbulkan korban jiwa ribuan orang dari kelompok sayap kanan dan pasukan militer El Salvador.

    Belakangan, FMLN menjadi partai berkuasa di El Salvador.

    "Kemartirannya berlanjut (bahkan setelah kematiannya).Dia difitnah bahkan oleh saudara-saudara imamatnya dan keuskupan. Dia dilempar batu paling keras yang ada di dunia: lidah," kata Paus Fransiskus pada tahun 2015.

    Paus Paulus VI, sosok yang digambarkan sebagai pemalu dan terkadang peragu dan tersiksa seperti figur Hamlet. Ia yang memimpin Gereja sejak tahun 1963 menjalankan reformasi yang diputuskan oleh Dewan Vatican Kedua yang dikenal sebagai Konsili Vatican Dua.

    Paus Fransiskus kerap mengutip nama Paulus untuk menunjukkan bahwa dia sungguh-sungguh melaksanakan reformasi dengan mengizinkan misa menggunakan bahasa setempat ketimbang bahasa Latin, Gereja menghormati agama lain, dan meluncurkan tonggak rekonsiliasi dengan Yahudi.

    Upaya reformasi Gereja Katolik yang dijalankan Paus Paulus VI mendapat banyak kecaman hingga sekarang dari kaum ultra-konservatif Gereja yang menolak keputusan Dewan. Mereka menyalahkan Paulus karena memulai apa yang mereka pandangan sebagai merendahkan tradisi.

    Baca: Paus Fransiskus Tahbiskan 2 Suster Palestina Jadi Orang Suci 

    Paus Paulus VI mundur dari jabatannya ketika banyak calon imam meninggalkan imamatnya dan pelayanan mengalami era goncangan perubahan sosial yang bersamaan waktunya dengan munculnya revolusi seksual dan meluasnya penggunaan pil untuk mengontrol kelahiran atau KB.

    Paus Paulus VI dikenal dengan pernyataannya tentang Hidup Manusia sebagai sikap menentang KB.

    Paus Paulus VI juga meurpakan pemimpin umat Katolik pertama di zaman modern yang berkunjung keluar Italia untuk bertemu umatnya.

    Paulus VI merupakan paus ketiga setelah Paus Johannes XXIII yang meninggal tahun 1963 dan Paus Yohanes Paulus yang meninggal tahun 2005, yang diangkat sebagai orang suci atau santa oleh Paus Fransiskus sejak terpilih tahun 2013.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.