Ditahan Terkait Teror, Pastor Andrew Brunson Tinggalkan Turki

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andrew Craig Brunson, seorang pendeta evangelis asal Black Mountain, North Carolina, Amerika Serikat tiba di rumahnya di Izmir, Turki, 25 Juli 2018.[AP Photo / Emre Tazegul]

    Andrew Craig Brunson, seorang pendeta evangelis asal Black Mountain, North Carolina, Amerika Serikat tiba di rumahnya di Izmir, Turki, 25 Juli 2018.[AP Photo / Emre Tazegul]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pastor Andrew Brunson asal Amerika Serikat tinggalkan Turki setelah ditahan terkait dengan aksi teror. "Dia sempat mendekam dalam tahanan rumah selama satu tahun 15 hari," tulis Al Jazeera dalam laporannya, Sabtu 13 Oktober 2018.

    Menurut laporan sejumlah media, kasus Pastor Brunson menimbulkan hubungan diplomatik Washington Ankara tegang. "Dia dijemput pesawat militer AS menuju Jerman pada Jumat, 12 Otober 2018, dan tiba di bandar militer di Maryland, Sabtu," kata pejabat Gedung Putih.

    Baca: AS Tuntut Turki Bebaskan Pastor Brunson Bila Ingin Lira Kuat

    Pastor Andrew Brunson. aclj.org

    Brunson bebas setelah pengadilan mencabut keputusan tahanan rumah, pelarangan perjalanan dan memperbolehkan kembali ke negaranya. Menyusul keputusan tersebut, Al Jazeera melaporkan, Brunson kembali ke AS bersama istrinya melalui bandara di Provinsi Izmir. "Saya sangat senang bisa kembali ke Amerika Serikat," kata Brunson dalam sebuah pernyataan setelah pembebasannya.

    "Ini kabar baik bagi warga Amerika yang selama ini menjadikan Turki sebagai pasar mereka. Setiap orang menunggu kepurusan pengadilan, sebab ketegangan politik telah menekan mata uang lira," kata wartawan Al Jazeera, Sinem Koseoglu, dari Izmir.Seorang pria mengibarkan bendera nasional Turki dalam peringatan setahun gagalnya kudeta militer di Jembatan Bosphorus, Istanbul, Turki, 15 Juli 2017. Lebih dari 50.000 orang dipenjara, termasuk tokoh oposisi. REUTERS/Osman Orsal

    Tak lama setelah ada kabar pembebasan Brunson, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambutnya dengan ngetwit di akun Twitter, "Pikiran dan doa saya selalu untuk Brunson."

    Baca: Sebar Teror dan Spionase, Pendeta Amerika Diadili Turki

    Brunson, 50 tahun, ditahan pada 2016 sebagai bagian dari tindakan tegas pemerintah Turki terhadap kudeta gagal. Dia menjalani tahanan rumah sejak Juli 2016 karena didakwa terlibat kudeta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.