Palang Merah Singapura Galang Rp 543 Juta untuk Korban Gempa

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR mengevakuasi korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan Hotel Roa-Roa di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu, 30 September 2018. Sebanyak 50 orang diperkirakan tertimbun di reruntuhan bangunan hotel itu. ANTARA/BNPB

    Tim SAR mengevakuasi korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan Hotel Roa-Roa di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu, 30 September 2018. Sebanyak 50 orang diperkirakan tertimbun di reruntuhan bangunan hotel itu. ANTARA/BNPB

    TEMPO.CO, Jakarta - Palang Merah Singapura (SRC) melakukan penggalangan dana kepada publik dan menjanjikan 50 ribu dolar Singapura atau setara dengan Rp 543 juta untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah di Indonesia.

    Sekretaris Jenderal SRC, Benjamin William, mengatakan semua sumbangan akan digunakan untuk membeli barang bantuan, seperti persediaan pertolongan pertama, perlengkapan kebersihan, sistem air, jerigen, terpal, kelambu, selimut dan alas tidur untuk pengungsi, serta untuk upaya pemulihan dan pembangunan kembali jangka panjang.

    Baca: Sekjen PBB Sampaikan Belasungkawa Atas Gempa Donggala

    "SRC akan mengirimkan bantuan, yang berangkat pada Selasa, 2 Oktober 2018, dalam misi enam hari. Kiriman ini untuk membantu PMI dan mendistribusikan pasokan bantuan kepada korban bencana yang terlantar," ungkapnya, dilansir The Straits Times, Senin, 01 Oktober 2018.

    Warga mencari korban gempa dan tsunami yang tewas di RS Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu, 30 September 2018. BNPB mengatakan, hingga Minggu siang, korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, bertambah menjadi 832 orang. ANTARA

    Gempa bumi dan tsunami menyebabkan, lebih dari 1,200 orang telah tewas dan 16,700 orang kehilangan tempat tinggal setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7 dan tsunami yang memicu kerusakan ke daerah-derah termasuk ibukota provinsi Palu, dan kabupaten Donggala.

    Selaku Kepala Eksekutif, Benjamin mengatakan tingkat kehancuran oleh bencana yang terjadi, telah menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal, serta banyak kerusakan pada infrastruktur, termasuk akses jalan dan jembatan.

    Baca: Gempa Donggala, 6 Pemimpin Dunia Ucapkan Belasungkawa

    "Ini menimbulkan kesulitan, tidak hanya upaya pencarian dan penyelamatan, tetapi juga pengiriman pasokan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkena bencana ini.  Kebutuhan kemanusiaan sangat buruk, kami bekerja sama dengan PMI dalam solidaritas dengan teman-teman Indonesia, selama masa sulit bencana gempa dan tsunami ini," kata ketua Palang Merah Singapura tersebut.

     

    THE STRAITS TIMES | AQIB SOFWANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.