Kim Jong Un Sepakat Tutup Situs Peluncuran Rudal

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melambaikan tangan kepada warga yang menyambut mereka di Pyongyang, Korea Utara, Selasa, 18 September 2018. Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melambaikan tangan kepada warga yang menyambut mereka di Pyongyang, Korea Utara, Selasa, 18 September 2018. Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Seoul – Rezim Korea Utara bersepakat untuk menutup secara permanen fasilitas kunci rudal di bawah pengawasan ahli asing. Negara komunis ini juga berjanji bakal menutup kompleks utama nuklir jika Amerika Serikat bersedia melakukan langkah resiprokal, yang tidak disebutkan.

    Baca:

     

    Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, berbicara dalam jumpa pers bersama. Mereka bersepakat untuk mengubah Semenanjung Korea menjadi tanah perdamaian tanpa senjata nuklir dan ancaman nuklir. Keduanya juga bersepakat mengambil langkah-langkah sesuai ke arah itu.

    "Kami telah bersepakat untuk membuat Semenanjung Korea sebagai Tanah Perdamaian yang bebas dari senjata nuklir dan ancaman nuklir," kata Kim seperti dilansir CBS News, Rabu, 19 September 2018.

    Baca: 

    Pertama Kali ke Pyongyang, Moon Jae-in Dipeluk Kim Jong Un

    Ini merupakan pertemuan puncak ketiga antara pemimpin kedua Korea yang ditujukan untuk meningkatkan hubungan antara kedua negara bertetangga dan melanjutkan proses negosiasi yang sempat tertunda mengenai program nuklir Korea Utara antara Pyongyang dan Washington, seperti dilansir Reuters pada Rabu, 19 September 2018.

    Kim bertekad melanjutkan pekerjaan menuju denuklirisasi komplit di Semenanjung Korea saat bertemu dua kali dengan Moon pada awal tahun ini. Dia juga menjanjikan hal sama saat bertemu Presiden AS, Donald Trump.

    Baca:

    Hadiri Upacara Penyambutan, Istri Kim Jong Un Catat Sejarah

    Namun, diskusi ketiga negara mengenai implementasi dari komitmen ini mengalami kemunduran akhir-akhir ini. Washington mendesak Korea Utara melakukan langkah kongkrit denuklirisasi. Ini akan diikuti dengan kesepakatan isu kunci yaitu pernyataan berakhirnya Perang Korea dan membuka sanksi ekonomi keras terhadap Pyongyang.

    Ribuan warga Korea Utara menyambut kedatangan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Pyongyang, Korea Utara, Selasa, 18 September 2018. Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERSn 

    Trump menyahuti perkembangan terbaru dari pertemuan Kim dan Moon ini. “Kim Jong Un telah bersepakat mengizinkan inspeksi nuklir, yang bakal menjadi bahasan negosiasi final, dan secara permanen menutup lokasi uji coba dan lokasi peluncuran rudal dengan kehadiran pakar internasional. Sementara itu, tidak bakal ada uji coba roket dan nuklir,” kata Trump di Twitter.

    Baca:

    Mobil Atap Terbuka Bawa Moon Jae-in dan Kim Jong Un ke Pyongyang

    Kim mengatakan dia akan mengunjungi Seoul dalam waktu dekat, yang bakal menjadi kunjungan pertama ke ibu kota Korea Selatan oleh pemimpin Korea Utara. “Moon mengatakan kunjungan ini bakal terjadi menjelang akhir tahun ini,” begitu dilansir Reuters.

    Media CBC News melansir Kim dan Moon mengumumkan kesepakatan luas dalam pertemuan hari kedua pertemuan puncak yang berlangsung di Pyongyang pada Rabu, 19 September 2018. Selain bersepakat menutup situs rudal, kedua Korea juga bersepakat menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas pada 2032. Keduanya berdiri bersebelahan mengumumkan kesepakatan ini.

    Foto:

    Moon Jae-in Lakukan Kunjungan Perdananya ke Korea Utara

    "Jalan menuju masa depan kami tidak selamanya selalu mulus dan kita mungkin menghadapi tantangan dan cobaan yang tidak bisa diantisipasi. Tapi kami tidak takut ada hembusan angin dari depan karena kekuatan kami akan tumbuh bersamaan dengan mengatasi setiap cobaan berdasarkan kekuatan bangsa kami," kata Kim Jong Un.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.