Korea Utara Membuka Diri, Kim Jong Un Genjot Pembangunan Daerah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam foto tak bertanggal yang dirilis pada 19 Agustus 2018 oleh pemerintah Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengunjungi salah satu lokasi konstruksi selama kunjungan ke kota Samjiyon, sebuah kota terpencil di utara dekat perbatasan Cina. (Kantor Berita Pusat Korea / Korea News Service via AP)

    Dalam foto tak bertanggal yang dirilis pada 19 Agustus 2018 oleh pemerintah Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengunjungi salah satu lokasi konstruksi selama kunjungan ke kota Samjiyon, sebuah kota terpencil di utara dekat perbatasan Cina. (Kantor Berita Pusat Korea / Korea News Service via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan buruh konstruksi Korea Utara dengan seragam hijau zaitun mulai menggali parit untuk memasang dinding di blok apartemen bertingkat dan gedung-gedung pemerintah di kota utara ini dekat perbatasan Cina.

    Dilaporkan Associated Press, 23 Agustus 2018, kota Samjiyon adalah salah satu fokus utama kampanye konstruksi nasional besar-besaran menjelang ulang tahun ke-70 Korea Utara.

    Baca: Sidak Pabrik, Kim Jong Un Kecewa Sektor Kesehatan Korea Utara

    Peringatan yang akan dihelat pada 9 September adalah acara terbesar sejak Kim Jong Un mengambil alih kekuasaan pada akhir 2011. Kim Jong Un menginztruksikan kepada tentara dan sipil bersama-sama untuk membangun gedung, memperbaiki jalan dan bekerja pada infrastruktur lain secara besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir.

    Dalam foto tak bertanggal yang dirilis pada 19 Agustus 2018 oleh pemerintah Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengunjungi salah satu lokasi konstruksi selama kunjungan ke kota Samjiyon, sebuah kota terpencil di utara dekat perbatasan Cina. (Kantor Berita Pusat Korea / Korea News Service via AP)

    Pengerjaan konstruksi dimaksudkan untuk memperbaiki kondisi hidup yang merupakan salah satu janji pertama Kim Jong Un kepada negara, bahwa ia akan meningkatkan ekonomi sehingga rakyat tidak lagi perlu mengencangkan ikat pinggang mereka.

    Kim mengatakan bahwa dengan secara terbuka membangun Samjiyon, bangsa ini sedang berperang melawan pertempuran simbolis melawan mereka yang akan mencoba untuk melumpuhkan peradaban sosialisnya.

    Baca: Presiden Xi Jinping ke Korea Utara September Ini, Ada Apa?

    Samjiyon terletak di kaki Gunung Paektu, yang terkait erat dengan keluarga Kim dan dianggap sebagai pusat spiritual revolusi Korea Utara.

    Alat berat dan buldoser aspal jarang terlihat, sehingga perbaikan jalan sangat membutuhkan banyak tenaga kerja. Para pekerja yang menyebar hampir 20 kilometer dari batas kota, menggali lubang dengan sekop, dan meratakan permukaan dengan peralatan kayu.

    Dalam foto tak bertanggal yang dirilis pada 19 Agustus 2018 oleh pemerintah Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengunjungi salah satu lokasi konstruksi selama kunjungan ke kota Samjiyon, sebuah kota terpencil di utara dekat perbatasan Cina. (Kantor Berita Pusat Korea / Korea News Service via AP)

    Proyek ini mengubah Samjiyon dari pusat provinsi yang relatif mengantuk yang dikelilingi oleh pertanian kentang menjadi pusat aktivitas yang ramai. Pemerintah mengatakan kota ini akan menjadi model untuk proyek pembangunan masa depan nasional.

    Salah satu aspek penting dari pengerjaan bangunan adalah banyak pekerjaan yang dilakukan di luar Pyongyang. Di bawah tiga generasi kepemimpinan Kim, ibukota mendapatkan sebagian besar dana dan jauh lebih berkembang daripada daerah lain di negara itu, menciptakan kesenjangan yang mencolok dan berpotensi mendestabilisasi antara ibukota dan provinsi.

    Foto 17 Agustus 2018, menunjukkan seorang pemandu wisata Korea Utara memberikan tur ke Samjiyon Great Monument di Samjiyon di Korea Utara.(Foto AP / Ng Han Guan)

    Bersama dengan Samjiyon, proyek konstruksi besar sedang berlangsung di beberapa kota lainnya, termasuk apartemen bertingkat 20 lantai di kota pelabuhan Chongjin di bagian timur dan infrastruktur yang luas dan fasilitas pariwisata di Wonsan, pelabuhan lain di pantai timur Korea Utara. Di bawah Kim, Wonsan memiliki bandara baru yang diharapkan para pejabat akan menarik pengunjung internasional dalam waktu dekat. Lebih dari selusin hotel resor sedang dibangun di dekat garis pantainya.

    Kampanye konstruksi semakin ambisius mengingat ini datang pada saat yang sensitif bagi Kim Jong Un, yang telah mengadakan serangkaian pertemuan selama beberapa bulan terakhir dengan Cina, Korea Selatan dan Amerika Serikat dalam upaya untuk mengangkat sanksi dan menetapkan posisi di panggung dunia.

    Pada foto Sabtu, 18 Agustus 2018, wisatawan asal Cina melihat pemandangan kaldera Gunung Paektu dekat Samjiyon di Korea Utara.(Foto AP / Ng Han Guan)

    Pengusaha Cina dan wisatawan sekali lagi melintas di perbatasan, beberapa kelompok wisatawan mengunjungi Samjiyon pekan lalu, dan para pejabat Korea Selatan mempertimbangkan cara untuk membantu Korea Utara memperbaiki jalan dan jalur kereta api. Namun keraguan semakin berkembang apakah Kim Jong Un memiliki niat yang nyata untuk memenuhi permintaan utama AS menanggalkan senjata nuklirnya.

    Baca: Berdagang dengan Korea Utara, AS Blacklist Cina dan Rusia

    Namun tampaknya Kim Jong Un bersiap mewujudkan sumpahnya. Meskipun banyak perbaikan akan selesai pada 9 September, tapi melihat pembangunan di Samjiyon bahwa rencananya jauh untuk masa depan.

    Puluhan bangunan masih dalam tahap konstruksi dan kemungkinan akan membutuhkan beberapa bulan lagi untuk rampung. Sementara televisi Korea Utara terus menyiarkan Kim Jong Un memberikan bimbingan kepada pejabat senior di setiap kunjungan Kim Jong Un.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.