Selasa, 20 November 2018

Patung Kuno Syiwa Menari Hilang di India, Muncul di Australia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patung Syiwa Menari dari Art Gallery of South Australia. Artgallery.sa.gov.au

    Patung Syiwa Menari dari Art Gallery of South Australia. Artgallery.sa.gov.au

    TEMPO.CO, Adelaide - Sebuah patung berusia sekitar 500 tahun dari India dan sedang dipajang di salah satu galeri seni Australia teridentifikasi sebagai barang hasil curian.

    Baca:

     

    Patung Siva Nataraja dari abad ke 16 itu, yang juga dikenal sebagai patung Dancing Shiva atau Syiwa Menari, dimiliki Galeri Seni Australia Selatan atau AGSA, yang berbasis Adelaide.

    Media ABC dari Australia melansir patung kuno itu teridentifikasi dari sebuah foto dari 1958 sebagai salah satu patung yang hilang dari sebuah kuil di Kota Nellai pada 1970.

    "Ada empat patung yang hilang saat itu saat pencuri menjebol pintu masuk kuil," begitu dilansir CNN mengutip ABC pada Kamis, 13 September 2018.

    Baca:

     

    Meskipun telah hilang sejak lama, otoritas baru melaporkan hilangnya patung itu pada 1982. Tiga patung lainnya yang juga hilang belum diketahui keberadaannya.

    Pengelola AGSA mengatakan baru mengetahui itu patung curian pada 2016 karena ada penelitian oleh kurator seni dari galeri itu. Pengelola juga mengatakan akan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya termasuk mengembalikan patung itu ke tempat asalnya di India.

    Baca:

     

    Meski begitu, patung unik ini masih tercantum dalam katalog di situs online galeri ini.

    Situs Artgallery.sa.gov.au mencantumkan patung ini berasal dari Tamil Nadu di India selatan. Terbuat dari perunggu setinggi 75,7 centimeter. Patung ini disebut sebagai hadiah dari Diana Ramsay dan AGSA dalam perayaan ulang tahun ke 20 yayasan ini pada 2001.

    Patung Syiwa Menari dari Art Gallery of South Australia. Artgallery.sa.gov.au

    Pemerintah India dikabarkan bakal segera mengajukan klaim untuk mendapat patung ini.

    Baca:

     

    “Otoritas India dan Australia terlibat diskusi saat ini. Kami sudah menyerahkan naskah akademis soal patung ini dan Australia punya waktu 30 hari untuk membantahnya,” begitu kata S. Vijay Kumar, salah satu pendiri lembaga India Pride Project, yang memiliki jaringan global dan melacak keberadaan warisan budaya yang hilang ke negara lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.