Rabu, 26 September 2018

Alihkan Anggaran Bencana Alam ke Imigrasi, Donald Trump Dikecam

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah eksekutif untuk menghentikan pemisahan orang tua imigran dan anak mereka di perbatasan AS -- Meksiko. AP/Pablo Martinez Monsivais

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah eksekutif untuk menghentikan pemisahan orang tua imigran dan anak mereka di perbatasan AS -- Meksiko. AP/Pablo Martinez Monsivais

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dituduh mengalihkan sekitar US$ 10 juta atau Rp 148 miliar anggaran Federal Emergency Management Agency (FEMA) atau Badan Pengendalian Bencana Alam, untuk membayar strategi penahanan dan deportasi kebijakan imigrasi Trump.

    Baca: Topan Florence Mendekat, 1 Juta Warga AS Dievakuasi

    Dilansir dari Sputniknews, 12 September 2018, Senator Jeff Merkley membocorkan dokumen-dokumen itu kepada Rachael Maddow dari MSNBC, yang menuduh pemerintah mengalihkan lebih dari US$ 2,3 juta (Rp 34 miliar) dari US$ 9,8 juta (Rp 145 miliar) dana "tanggap bencana alam dan pemulihan pasca-bencana alam" FEMA, serta kesiapan dan perlindungan, operasi regional, upaya mitigasi, dan anggaran dukungan misi penanggulangan bencana alam.

    Ia juga menyatakan bahwa pengalihan anggaran kurang dari 1 persen dari anggaran FEMA akan membahayakan operasional FEMA karena perlu mengurangi pelatihan, perjalanan, sesi keterlibatan publik, dukungan keamanan TI dan pemeliharaan infrastruktur, dan investasi TI.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan istri Melania Trump bersiap menaiki sebuah mobil usai tiba di Bandara Internasional Austin di Austin, Texas, AS, 29 Agustus 2017. Kota Huoston menjadi wilayah paling parah terdampak bencana badai Harvey. REUTERS

    Meskipun Departemen Keamanan Nasional atau Department of Homeland Security (DHS) dapat memindahkan jumlah uang yang terbatas dalam anggarannya, Kongres telah membatasi pemrograman ulang dana DHS, suatu proses pengalihan dana dari satu program ke program lainnya diperbolehkan tapi hanya sebatas US$ 5 juta (Rp 74 miliar) atau kurang.

    Anggota parlemen mengatakan bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri meminta uang untuk meningkatkan dana operasional Immigration and Customs Enforcement (ICE) untuk melaksanakan kebijakan deportasi Trump dan anti-imigran.

    Dokumen itu dipublikasikan hanya beberapa hari sebelum Badai Kategori-4, Topan Florence, sampai di pantai Carolina.

    Senator Merkley mengecam Trump karena penyelewengan dana publik di media sosialnya.

    "Tidak bisa dipercaya? Ya. Tercela? Ya. Tapi sayangnya itu benar. Silakan tanya diri Anda sendiri," kicau Merkley di Twitter.

    "Ini adalah skandal. Pada awal musim angin topan, ketika warga Amerika di Puerto Rico dan Kepulauan Virgin AS masih menderita upaya pemulihan yang tidak memadai dari FEMA, pemerintah mengambil jutaan dolar dari FEMA," kata Merkley, seperti dikutip dari Huffington Post.

    Namun beberapa orang membalas Senator Merkley, salah satunya juru bicara Departemen Keamanan Nasional, Tyler Houlton, yang menyebut pemerintah Trump telah fokus membantu dengan jutaan dolar di Pantai Timur guna menghadapi bencana alam.

    "Uang yang dipertanyakan - ditransfer ke ICE dari biaya operasional rutin FEMA, tidak bisa digunakan untuk respon badai karena keterbatasan perizinan. DHS/FEMA berdiri secara fiskal dan operasional siap untuk mendukung respon saat ini dan masa depan dan kebutuhan pemulihan," kata Houlton di Twitter.

    Baca: Pendeta Ini Ajak Pengikutnya Berdoa Usir Topan Florence dari AS

    Dilansir dari Reuters, topan Florence saat ini masuk badai Kategori 4 dan mengarah langsung ke North Carolina, dan mengancam dengan gelombang tinggi, hujan deras dan banjir besar di pesisir Amerika Serikat. Presiden Donald Trump telah mengumumkan situasi darurat di North Carolina dan mengizinkan akses dana penanggulangan bencana alam federal untuk mengatasi dampak dari topan Florence.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Joaquin Phoenix dan Para Pemeran Joker Sejak 1966

    Sutradara film terbaru Joker, Todd Phillips mengunggah foto pertama Joaquin Phoenix sebagai Joker, akan tayang Oktober 2019. Inilah 6 pemeran lainnya.