Rabu, 21 November 2018

5 Aktivis Perempuan Arab Saudi Terancam Dipenggal Kepala

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis perempuan Arab Saudi menerima hadiah Ford Mustang. Sumber: carscoops.com

    Aktivis perempuan Arab Saudi menerima hadiah Ford Mustang. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok hak asasi manusia memperingatkan, seorang aktivis perempuan Syiah yang ditahan di Arab Saudi sejak Desember 2015 kemungkinan bakal dihukum penggal kepala bersama aktivis lainnya.

    Amnesty International, Human Rights Watch dan kelompok hak asasi manusia lainnya mengatakan, Israa al-Ghomgham dan sedikitnya empat aktivis lainnya terancam dieksekusi atas aktivitasnya pada 2011.

    Baca: Arab Saudi Tahan 7 Aktivis Tolak Larangan Perempuan Mengemudi

    Sejumlah perempuan berpose di depan mobil mereka sebelum mengendarainya secara resmi untuk pertama kali di Al Khobar, Arab Saudi, Ahad dinihari, 24 Juni 2018. Perempuan Arab Saudi menyambut bahagia keputusan Kerajaan yang memperbolehkan mereka mengemudikan kendaraan. REUTERS

    "Al-Ghomgham aktivis perempuan pertama yang kemungkinan berhadapan dengan hukuman mati terkait dengan aktivitasnya yang dianggap membahayakan dan menjadi inspirasi aktivis perempuan Arab lainnya," kata Human Rights Watch sebagaimana dikutip Daily Mail.Seorang perempuan tersenyum sembari mengacungkan ibu jari saat mengendarai mobilnya di Al Khobar, Arab Saudi, Ahad dinihari, 24 Juni 2018. Pencabutan larangan mengemudi diterapkan setelah Arab Saudi untuk pertama kali merilis surat izin mengemudi bagi kaum Hawa pada 4 Juni lalu. REUTERS/Hamad I Mohammed

    Penahanan terhadap al-Ghomgham mendapatkan perhatian dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Rabu 22 Agustus 2018. Kementerian menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus menimpa al-Ghomgham.

    Baca: Larangan Nyetir Dicabut, Perempuan Arab Saudi Daftar Jadi Sopir

    Masalah penahanan aktivis perempuan menjadi masalah serius antara Arab Saudi dengan Kanada menyusul desakan negeri itu agar membebaskan seluruih aktivis perempuan. Menurut Saudi, sikap Kanada dianggap campur tangan urusan dalam negeri. Kedua negara bahkan saling usir diplomatnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.