Jumat, 17 Agustus 2018

Diserang Taliban, 200 Militan ISIS Menyerah ke Pasukan Afganistan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Taliban membawa senjata sembari mengendarai sepeda motor di Nangarhar untuk merayakan gencatan senjata di timur Kabul, Afganistan, Sabtu, 16 Juni 2018. Taliban memasuki Kabul melalui gerbang di selatan dan tenggara. REUTERS

    Anggota Taliban membawa senjata sembari mengendarai sepeda motor di Nangarhar untuk merayakan gencatan senjata di timur Kabul, Afganistan, Sabtu, 16 Juni 2018. Taliban memasuki Kabul melalui gerbang di selatan dan tenggara. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan pejuang ISIS menyerah kepada pasukan Afganistan karena diserang oleh kelompok Taliban di provinsi utara Jawzjan, Afganistan.

    Dilaporkan gandhara.rferl.org, 1 Agustus 2018, Kepala kepolisian provinsi, Faqeer Mohammad Jawzjani, mengatakan setidaknya 200 militan telah menyerah di distrik Darzab pada tanggal 31 Juli.

    Baca: Sumber: Pertemuan Taliban - Amerika Serikat di Doha Positif

    Jawzjani mengatakan kelompok ISIS di Afganistan utara sekarang berada di bawah kendali Taliban, yang telah memerangi kelompok ISIS selama satu bulan.

    Mohammad Ismail, kepala polisi di distrik Darzab, membenarkan bahwa kelompok militan IS menyerah kepada pasukan keamanan Afganistan ketika pertempuran dengan Taliban tengah berlangsung. Delapan militan Taliban dan enam pejuang ISIS tewas dalam pertempuran dua hari.

    Anggota Taliban membawa senjata mereka saat merayakan gencatan senjata di Nangarhar menuju Kabul, Afganistan, Sabtu, 16 Juni 2018. Gencatan senjata yang dilakukan Taliban untuk merayakan Idul Fitri itu jarang terjadi. AP Photo

    Sementara TOLOnews melaporkan komandan militer ISIS, Mawlawi Habiburrahman, dan wakilnya untuk wilayah utara Afghanistan termasuk di antara 200 pejuang ISIS yang menyerah.

    Mohammad Reza Ghafoori, juru bicara gubernur provinsi mengatakan bahwa Habiburrahman dan wakilnya, Mufti Nematullah bersama dengan para pejuang mereka menyerahkan diri ke pasukan keamanan di distrik Darzab.

    "10 lebih pejuang ini adalah orang asing," kata Ghafoori, menambahkan pejuang asing kemungkinan berasal dari Uzbekistan dan Tajikistan.

    Pasukan keamanan berjaga di sekitar lokasi meledaknya bom ranjau darat di kota Jalalabad, Afganistan, 31 Juli 2018. Kepolisian setempat menduga ranjau darat itu dipasang oleh kelompok Taliban. REUTERS/Parwiz

    Habiburrahman adalah penduduk Darzab dan ditugaskan sebagai kepala militer kelompok untuk wilayah itu setahun yang lalu setelah kematian pendahulunya, Qari Hekmatullah.

    Habiburrahman awalnya adalah komandan Taliban yang kemudian menyerahkan diri kepada Jenderal Abdul Rashid Dostum, Wakil Presiden Afganistan, selama operasi militer di daerah tersebut. Namun beberapa bulan kemudian, dia bergabung dengan ISIS.

    Baca: Wapres Afganistan Lolos dari Serangan Bom Bunuh Diri di Bandara

    Sementara itu, Jenderal Faqir Mohammad Jawzjani, kepala polisi provinsi, mengatakan bahwa "penyerahan diri kepala militer ISIS menunjukkan kekalahan kelompok ISIS di Darzab."

    "Segera orang-orang ini akan dipindahkan dengan helikopter ke Sheberghan, (ibukota Jawzjan) dari distrik Darzab," kata Jawzjani.

    Baca: Kelompok Bersenjata Tembaki Pusat Pelatihan Bidan di Afganistan

    Darzab telah menjadi salah satu distrik yang paling mematikan di provinsi itu dan selama tiga tahun terakhir menjadi tempat pertempuran antara pasukan pemerintah, gerilyawan Taliban dan ISIS.

    Seperti dilansir Associated Press, Taliban dan ISIS berupaya untuk menggulingkan pemerintaham Afganistan yang didukung Barat dan menerapkan bentuk pemerintahan Islam yang keras, tetapi keduanya berselisih soal kepemimpinan, ideologi dan taktik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.