Selasa, 23 Oktober 2018

Penculik Latih 11 Anak-anak untuk Menyerang Sekolah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siraj ibn Wahhaj [New York Post]

    Siraj ibn Wahhaj [New York Post]

    TEMPO.CO, Jakarta - Siraj ibn Wahhaj, pria asal New York, Amerika Serikat ditangkap di sebuah gubuk "kotor" di New Mexico, setelah diduga menculik dan melatih 11 anak untuk menyerang sekolah.

    Dilansir dari Russia Today, 9 Agustus 2018, Ibn Wahhaj, 39 thuan, dan empat orang dewasa lainnya ditangkap pada hari Jumat 3 Agustus dan didakwa dengan 11 tuduhan pelecehan anak.

    Baca: Diculik ISIS 4 Tahun, Seorang Gadis Yazidi Bertemu Ayahnya

    Seorang pria lainnya, yang diidentifikasi sebagai Lucas Morten, dan tiga wanita: Jany Leveille, 35 tahun, Hujrah Wahhaj, 38 tahun, dan Subhannah Wahhaj, 35 tahun, juga ditangkap di kompleks itu.

    Wahhaj bersama lima orang dewasa dan sebelas anak ditemukan di gubuk "kotor" di Taos County, dekat perbatasan dengan Colorado. Wahhaj buron setelah menculik putranya Abdul-ghani dari Atlanta, Georgia tahun lalu. Pihak berwenang menemukan jasad anak laki-laki di dalam kompleks dan masih mengidentifikasi apakah jasad milik Abdul-ghani.

    Dilaporkan Washington Post, 9 Agustus 2018, anak-anak, yang berusia antara usia 1 dan 15 tahun, dibawa ke kompleks oleh beberapa orang dewasa untuk menerima pelatihan senjata api.

    Pencarian Abdul Ghani dimulai sembilan bulan lalu di Jonesboro, setelah ibunya melaporkan bahwa suaminya telah membawa putranya ke taman dan tidak pernah kembali.

    Bocah itu menderita encephalopathic, mengalami kesulitan berjalan, menderita kejang-kejang dan membutuhkan obat khusus yang tidak dimiliki ayahnya.

    Komplek Pelatihan Siraj ibn Wahhaj di New Mexico [Sheriff Taos / Reuters]

    Tyler Anderson, seorang mekanik mobil berusia 41 tahun yang tinggal di dekat gubuk pelaku, mengatakan kepada Associated Press bahwa kelompok itu telah tiba pada akhir tahun lalu. Dia mengatakan dia telah membantu mereka memasang panel surya tetapi tidak lagi berhubungan dengan mereka setelah itu.

    "Saya sudah menjadi polisi selama 30 tahun. Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Tidak bisa dipercaya. Anak-anak ini lapar, mereka haus, mereka kotor, tidak memakai sepatu dan hanya mengenakan pakaian." kata Sheros County Sheriff Jerry Hogrefe.

    Baca: Perempuan Amerika Serikat Diadili, Besarkan Bayi yang Diculik

    Satu-satunya makanan yang ditemukan di dalam kompleks penculik itu adalah sekotak beras dan beberapa kentang, Hogrefe menambahkan.

    Wahhaj bersenjata api ketika polisi menyerbu. Di dalam gudang ditemukan senapan serbu otomatis AR15, lima magazine dengan masing-masing 30 butir peluru, dan empat pistol termasuk yang diamankan di dalam saku Wahhaj.

    Siraj ibn Wahhaj adalah putra Siraj Wahhaj, imam Masjid at-Taqwa di Brooklyn, yang merupakan ulama Muslim pertama yang menawarkan doa di Gedung Perwakilan AS, pada tahun 1991.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.