Selasa, 23 Oktober 2018

Menteri Unifikasi: Korea Utara Bebaskan Tahanan Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Korea Utara menyerahkan peti aluminium yang berisi sisa jasad tentara AS yang meninggal selama Perang Korea kepada pasukan Komando PBB, di desa perbatasan Panmunjom, Korea Selatan, 6 November 1998.[AP Photo / Ahn Young-joon, File]

    Tentara Korea Utara menyerahkan peti aluminium yang berisi sisa jasad tentara AS yang meninggal selama Perang Korea kepada pasukan Komando PBB, di desa perbatasan Panmunjom, Korea Selatan, 6 November 1998.[AP Photo / Ahn Young-joon, File]

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara membebaskan seorang tahanan Korea Selatan yang ditangkap Juli 2018 setelah kedapatan melintasi perbatasan kedua negara. "Kami menyambut baik pembebasan ini sebagai upaya kemanusiaan," kata kantor Kementerian Unifikasi Korea Selatan melalui sebuah pernyataan, Selasa 7 Agustus 2018.

    Menurut penjelasan Kementerian Unifikasi, Korea Utara mengatakan kepada Korea Selatan, negaranya memutuskan membebaskan seorang pria yang ditahan pada 22 Juli 2018 karena masuk ke negara melalui perbatasan.

    Baca: PBB Desak Rezim Korea Utara Bebaskan 6 Tahanan Korea Selatan

    Dalam foto ini yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Letnan Jenderal Korea Utara, An Ik San, (kedua dari kanan) bertemu dengan jenderal dari Korea Selatan, Mayjen Kim Do-gyun, (kedua dari kiri) selama pertemuan di perbatasan, Desa Panmunjom, Korea Selatan, Selasa, 31 Juli 2018.[Kementerian Pertahanan Korea Selatan melalui AP]

    "Kami telah menerima pembebasan seorang warga Korea Selatan dengan nama panggilan Seo kelahiran 1984 melalui Panmunjom dari Korea Utara pada pukul 11.00 pagi (02.00 GMT),
    Selasa, 7 Agustus 2018," kata Kementerian sebagaimana dikutip Arab News, Selasa.

    "Pemerintah memberikan penghargaan positif atas pengembalian ini atas dasar kemanusiaan."

    Hubungan antara Korea Utara dan Selatan mengalami kemajuan ditandai dengan pertemuan tingkat tinggi antarpemimpin kedua negara pada April 2018.Dalam foto ini yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Letnan Jenderal Korea Utara, An Ik San (kiri) dan jenderal Korea Selatan, Mayjen Kim Do-gyun, masuk ke ruang pertemuan di dalam Gedung Perdamaian di desa perbatasan Panmunjom, Korea Selatan, Selasa, 31 Juli 2018. [Korea Selatan Kementerian Pertahanan via AP]

    Seorang pejabat di kantor Kementerian mengatakan kepada kantor berita Yonhap, pria tersebut baru-baru ini dimintai keterangan oleh otoritas Korea Selatan. "Kami harus menyelidiki untuk mengetahui mengapa dia pergi ke Utara dan bagaimana dia bisa ke sana," kata pejabat yang tak bersedia disebutkan namanya.

    Baca: Korea Utara Beri Amnesti ke Semua Narapidana 1 Agustus, Ada Apa?

    Selain Seo, Korea Utara menahan enam warga Korea Selatan sejak 2013. Di antara yang ditahan itu antara lain tiga misionaris dan tiga lainnya pembelot dari Utara. "Seoul menekan Pyongyang membebaskan mereka."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.