Simpan Film Porno di Ponsel, Turis Malaysia Diusir dari Australia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi stop pornografi. Shutterstock

    Ilustrasi stop pornografi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang turis Malaysia diusir dari Australia karena ditemukan film porno berunsur kekerasan di dalam ponselnya saat pemeriksaan bagasi rutin di bandara Perth.

    Pria warga Malaysia usia 43 tahun yang namanya dirahasiakan tiba di Perth dari Kuala Lumpur pada hari Rabu, 11 Juli 2018. 

    Baca: Pengacara Trump Akui Bayar Bintang Film Porno Rp 1,8 Miliar?

    Dia ditangkap di pusat penahanan imigrasi sebelum dikirim pulang pada Jumat, 13 Juni 2018 setelah visa turisnya dibatalkan dan ponselnya disita.

    Komandan wilayah Angkatan Perbatasan Australia  Mark Wilson mengatakan, video itu menjijikkan dan melanggar peraturan Australia, tanpa mengomentari apa isi sebenarnya yang ditemukan.

    "Video ini menampilkan materi seksual kasar dan tindakan kekerasan ekstrim yang tidak diterima di masyarakat kita. Siapa pun yang ditemukan terlibat dalam tindakan semacam itu berisiko membatalkan hak mereka untuk berada di sini," katanya seperti dilansir The Star pada Sabtu, 14 Juli 2018.

    Baca: Dianggap Pemicu Gempa Malaysia, Turis Bugil Ini Dilepas  

    Namun, portal Perth Now melaporkan materi di ponsel tidak berhubungan dengan eksploitasi anak-anak.

    Media lokal lainnya melaporkan, turis lain yang melakukan hal serupa dengan turis Malaysia diizinkan untuk melanjutkan liburan mereka di Australia.

    Insiden ini adalah yang kedua kalinya menimpa turis Malaysia. Pertama terjadi pada Maret tahun ini, seorang warga Malaysia berusia 27 tahun ditangkap dan didakwa oleh pihak berwenang Australia karena diduga memiliki ratusan gambar dan video porno anak-anak.

    Angkatan Perbatasan Australia menjelaskan,  petugasnya menggeledah barang-barang pria itu ketika tiba di Bandara Internasional Melbourne dari Kuala Lumpur pada 22 Maret. Lebih dari 900 gambar dan film porno eksploitasi anak diduga berada di komputer laptop dan ponsel pria itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.