Dianggap Pemicu Gempa Malaysia, Turis Bugil Ini Dilepas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepuluh turis yang diduga warga asing terlihat melepaskan busananya di dekat puncak Donkey Ear, Gunung Kinabalu, Malaysia. Aksi yang diadukan pada 30 Mei lalu dipercaya oleh Joseph Pairin Kitingan, Wakil Menteri Besar Negara Bagian Sabah, sebagai penyebab gempa. Facebook.com

    Sepuluh turis yang diduga warga asing terlihat melepaskan busananya di dekat puncak Donkey Ear, Gunung Kinabalu, Malaysia. Aksi yang diadukan pada 30 Mei lalu dipercaya oleh Joseph Pairin Kitingan, Wakil Menteri Besar Negara Bagian Sabah, sebagai penyebab gempa. Facebook.com

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia akhirnya membebaskan sejumlah turis  yang sempat ditahan karena telanjang di puncak Gunung Kinabalu. Salah satu turis yang dilepas itu bernama Elenor Hawkins, 24 tahun, dari Derby, Inggris. “Saya sudah tak sabar untuk pulang,” ujar Elenor di Bandar Udara Kuala Lumpur, Jumat, 12 Juni 2015.

    Eleanor Hawkins, wanita Inggris yang ditahan karena berfoto telanjang di Gunung Kinabalu di Malaysia mengaku telah  bertindak bodoh. Pernyataan itu disampaikan Timothy, ayah Hawkins, yang juga mengatakan anaknya "tidak menghormati alam". Eleanor dan rekan-rekannya akhirnya dibebaskan setelah membayar denda.

    Wanita muda itu merupakan mahasiswi program pascasarjana teknik ilmu penerbangan dan luar angkasa di University of Southampton. Gadis pintar itu adalah satu dari lima wisatawan yang sempat ditahan. Tiga yang lain berasal dari Kanada, yaitu Lindsey Petersen, 22 tahun, dan kakaknya Danielle (23), serta Emil Kaminski (33). Satu turis sisanya, Dylan Snel (23), berkewarganegaraan Belanda.

    Eleanor bersama rekan-rekannya diketahui berfoto telanjang saat mendaki puncak Kinabalu pada 30 Mei lalu. Foto yang beredar luas di media sosial ini menimbulkan kegeraman warga setempat. Intensitas ketidaksenangan warga semakin besar setelah terjadi gempa di Sabah pada 5 Juni lalu yang menewaskan 18 orang, termasuk beberapa anak-anak.

    Warga Sabah menganggap aksi mereka itu mengotori kesucian Gunung Kinabalu dan membuat roh penunggu gunung itu murka.

    Deputi Menteri Besar Sabah Tan Sri Joseph Pairin Kitingan bahkan sempat mengatakan turis yang tidak menghormati gunung di Malaysia akan dikenai hukuman sesuai dengan hukum pribumi. “Terserah apakah orang percaya hal ini atau tidak, kami warga Sabah yakin. Gempa bumi seperti memastikan keyakinan kami. Ada kaitannya,” kata Kitingan seperti dilansir beberapa media Malaysia. "Kita harus menjadikan ini sebagai peringatan bahwa kepercayaan dan adat setempat harus dihormati."

    DAILYMAIL| BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.