Kamis, 15 November 2018

Botol Racun Novichok Ditemukan di Rumah Korban, Reaksi Inggris?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dawn Sturgess (kiri) dan Charlew Rowley korban racun syaraf Novichok di Amesbury, tak jauh dari lokasi eks intelijen Rusia Sergei Skripal dan anaknya diserang racun Novichok, pada 30 Juni lalu. [RADIO FREE EUROPE]

    Dawn Sturgess (kiri) dan Charlew Rowley korban racun syaraf Novichok di Amesbury, tak jauh dari lokasi eks intelijen Rusia Sergei Skripal dan anaknya diserang racun Novichok, pada 30 Juni lalu. [RADIO FREE EUROPE]

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi anti-terorisme Inggris menemukan botol kecil berisi racun Novichok di rumah korban yang terkena racun syaraf yang mematikan itu pada 30 Juni lalu.

    Polisi dalam pernyataannya pada 13 Juli menjelaskan, botol kecil ditemukan di rumah korban bernama Charlie Rowley di Amesbury. Rowley bersama pasangannya, Dawn Sturgess terkena racun Novichok akhir Juni lalu. Sturgess meninggal di rumah sakit Salisbury District Hospital setelah sekitar seminggu dirawat. Rowley. 45 tahun, masih dirawat di rumah sakit yang sama dengan Sturgess dan kondisinya berangsur membaik.

    Baca: Korban Terpapar Novichok Meninggal, Inggris Buka Penyelidikan

    Salisbury District Hospital merupakan rumah sakit yang merawat eks intelijen Rusia Sergei Skripal dan anak perempuannya Yulia terkena racun Novichock pada Maret lalu. Skripal dan Yulia selamat dari maut.

    Polisi anti-terorisme Inggris yang menemukan botol kecil di rumah Rowley kemudian menyerahkannya kepada ahli untuk diselidiki. Hasilnya, ahli memastikan isi botol itu adalah racun Novichok, senjata kimia yang dikembangkan Uni Sovyet selama Perang Dingin.

    Baca: Racun Novichock Diduga Ditaruh dalam Koper Putri Eks Intel Rusia

    Temuan ini akan membantu investigasi polisi tentang ada tidaknya kaitan insiden yang terjadi di Amesbury dengan menewaskan Sturgess dan di Salisbury yang hampir merengut nyawa Skripal dan putrinya.

    Polisi sedang menyelidiki bagaimana Sturgess dan  Rowley terpapar barang yang terkontaminasi racun syaraf Novichok yang dikembangkan oleh militer Soviet selama Perang Dingin.

    Menurut Kepala Kepolisian Anti-Terorisme Inggris, Neil Basu, aparat polisi telah berbicara singkat ke Rowley sejak dia sadar dan akan melanjutkan pembicaraan untuk mengetahui bagaimana dia dan Sturgess terkena racun.

    "Temuan sumber dari racun yang mengenai pasangan ini jelas sebagai pengembangan yang signifikan dan positif," kata Basu, seperti dilansir dari Radio Free Europe, Sabtu, 14 Juli 2018.

    Namun Basu menolak merinci investigasi polisi tentang botol itu di antaranya dari mana asal botol itu dan bagaimana botol berisi racun Novichok itu bisa dimiliki Rowley.

    Baca: Novichok, Pencabut Nyawa dari Rusia

    Polisi saat ini menguji apakah racun Novichok yang ada di dalam botol itu sama dengan racun yang  dioleskan di pintu depan rumah Skripal di Salisbury.

    Selain itu, Inggris juga telah mengundang ahli independen dari pemerhati senjata kimia internasional ke Inggris awal pekan depan untuk menguji dan memastikan secara independen identitas racun syaraf ini.

    Setelah kasus Skripal diserang racun Novichok, Inggris dan sekutunya mendorong agar Organisasi untuk Melarang Senjata Kimia diberi kewenangan lebih luas untuk tidak hanya mengindentifikasi tapi juga menyatakan pihak yang bersalah atas penggunana senjata kimia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.