Senin, 23 Juli 2018

Penulis Kontroversial Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harun Yahya ditangkap di kediamannya di Istanbul, Turki, 11 Juli 2018.[Daily Sabah]

    Harun Yahya ditangkap di kediamannya di Istanbul, Turki, 11 Juli 2018.[Daily Sabah]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Turki menangkap tokoh kontroversial Adnan Oktar, yang dikenal di luar negeri sebagai Harun Yahya, pada Rabu, 11 Juli 2018. Polisi juga melancarkan operasi untuk menangkap 235 pengikutnya, yang diduga memiliki hubungan dengan sektenya. Dilaporkan dari Anadolu, Rabu, Yahya masuk daftar buronan yang dikeluarkan Departemen Kejahatan Keuangan dari polisi provinsi.

    Sektenya telah dituduh melakukan beberapa kejahatan, termasuk mendirikan organisasi dengan tujuan kriminal, pelecehan seksual anak, hubungan seksual dengan anak di bawah umur, penculikan, penahanan anak di bawah umur, melanggar hukum prosedur perpajakan, dan melanggar undang-undang antiteror.

    Baca: Kecelakaan Kereta Api di Turki, 24 Tewas

    Operasi ini dilakukan di lima provinsi dan menangkap banyak tersangka. Harun Yahya, memiliki saluran TV yang disebut A9. Di sana, ia menjalankan sebuah acara yang membahas isu-isu agama dan sosial, sementara dirinya dikelilingi perempuan yang telah melakukan operasi plastik, yang disebut sebagai "anak kucing" miliknya.

    Adnan Oktar, atau yang dikenal sebagai Harun Yahya, bersama pengikutnya. [Hürriyet Daily News]

    Dilansir dari Daily Sabah, Oktar, yang kini berusia 62 tahun, dikenal luas lewat serangkaian buku yang menantang teori evolusi, yang ditulisnya dengan nama samaran Harun Yahya. Dia ditangkap pertama kali pada 1980-an karena mempromosikan teokrasi.

    Setelah pengadilan mendapatinya mengalami gangguan jiwa, dia menghabiskan 10 bulan di rumah sakit jiwa. Setelah dibebaskan, dia tetap memiliki reputasi, tapi popularitasnya menurun. Ia mendirikan sebuah yayasan pada 1995 dan mulai menerbitkan buku-buku tentang kreasionisme dengan nama pena Harun Yahya.

    Ia menjadi pembawa acara di stasiun TV pada 2011. Namun acara TV anehnya itu menimbulkan kontroversi dan membuatnya menjadi topik bahasan di Internet. Kontroversinya mencuat seiring dengan kegiatannya, seperti penari berpakaian minim yang tampil di antara pidato Harun Yahya, yang dibumbui dengan referensi agama. Acaranya bahkan sering menerima keluhan yang dilaporkan ke pengawas TV di Turki.

    Oktar menyelenggarakan program talk show di saluran televisinya, A9. Dalam acara itu, ia telah mendiskusikan nilai-nilai Islam dan terkadang menari dengan perempuan muda, yang ia sebut "anak kucing", dan bernyanyi dengan pria muda, yang disebutnya "singa".

    Baca: Pelantikan Presiden Turki Recep Erdogan, 22 Kepala Negara Hadir 

    Pada Februari, pengawas televisi Turki menghentikan program televisi yang diselenggarakan Oktar, yang memadukan diskusi dan tarian teologis. Pengawas mengatakan hal itu melanggar kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.

    Polisi, seperti dikutip dari Hurriyet Daily News, melancarkan penyergapan pada pagi hari di rumahnya di Çengelköy, di sisi Asia di Istanbul, Turki, dan menahan para pengawalnya. Pengawal Harun Yahya sempat melawan, tapi berhasil dilumpuhkan. Pasukan keamanan menyita sebuah senjata, rompi antipeluru, dan kendaraan lapis baja di kediaman Yahya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.