Wanita Pendiri Situs Porno Terbesar Korea Selatan Ditangkap

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekitar 22 ribu aktivis anti-pornografi Korea Selatan turun ke jalan memprotes maraknya pornografi dan porno aksi yang merekam perempuan di toilet dan tempat publik pada 11 Juni 2018. Gizmodo -- Youtube snapshot

    Sekitar 22 ribu aktivis anti-pornografi Korea Selatan turun ke jalan memprotes maraknya pornografi dan porno aksi yang merekam perempuan di toilet dan tempat publik pada 11 Juni 2018. Gizmodo -- Youtube snapshot

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang wanita pendiri situs konten pornografi terbesar Korea Selatan ditangkap setelah hidup sebagai buronan di Selandia Baru selama bertahun-tahun.

    Wanita itu, yang diidentifikasi sebagai Song, berusia 45 tahun, ditangkap sekembalinya ke Seoul pekan lalu. Dia kembali dari Selandia Baru setelah pihak berwenang Korea Selatan menarik paspornya.

    Baca: 

     
     

    Seperti dilansir Daily Mail pada Rabu, 27 Juni 2018, Song ditangkap pada Senin, 25 Juni 2018, dengan dakwaan mendistribusikan atau membantu distribusi video seks yang menampilkan anak di bawah umur.

    Song merupakan pemilik situs Soranet, yang diklaim sebagai situs porno terbesar Korea Selatan dan didirikan pada 1999. Situs web itu menampung puluhan ribu video porno ilegal termasuk video porno "balas dendam" dan video porno spycam yang merekam perempuan secara rahasia di lokasi-lokasi publik seperti toilet.

    Baca: 

     
     

    Mendistribusikan pornografi adalah ilegal di Korea Selatan, meskipun banyak video seperti itu dikonsumsi dari server yang berbasis di negara-negara asing, atau secara diam-diam dibagikan lewat situs file-sharing.

    Pemblokiran situs porno Deddy Sinaga (Tempo)

    Situs Soranet, yang pernah mengklaim memiliki lebih dari satu juta anggota, ditutup pada dua tahun lalu menyusul keluhan dari kelompok-kelompok HAM perempuan.

    Selain Song, suaminya juga dituduh terlibat kegiatan ilegal berbagi video di mana perempuan secara diam-diam difilmkan di toilet umum, ruang kelas, ruang ganti, kereta bawah tanah dan lokasi umum lainnya.

    Beberapa anggota situs Soranet juga dituduh bersama-sama merencanakan perkosaan beramai-ramai dengan beberapa di antaranya menargetkan anak di bawah umur dan memposting video korban di situs tersebut.

    Song diyakini telah mendapatkan puluhan juta dolar atau ratusan miliar dari iklan yang berpromosi di situs web yang mengatur prostitusi dan perjudian, yang secara teknis ilegal tetapi tersebar luas di Korea Selatan.

    Video spycam yang disebut telah menjadi semakin umum di negara ini, di mana pria tertangkap diam-diam memfilmkan wanita - di sekolah dan tempat kerja, toilet dan ruang ganti - menjadi berita utama nyaris setiap hari.

    Pada Mei 2018, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengatakan epidemi spycam telah menjadi "bagian dari kehidupan sehari-hari" dan mendesak tindakan keras yang lebih luas dan hukuman yang lebih berat bagi para pelanggar. Situs porno juga menjadi sorotan pemerintah dan kelompok advokasi publik saat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.