Senin, 20 Agustus 2018

Israel Ingin AS Rahasiakan Perangkat Lunak F-35 Dari Turki

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • F-35 Lightning II. [lockheedmartin.com]

    F-35 Lightning II. [lockheedmartin.com]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pejabat pertahanan Israel mengatakan Israel ingin tetap menjadi satu-satunya negara di kawasan Timur Tengah yang memiliki jet F-35 tercanggih untuk pertahanannya. Israel dan Amerika Serikat juga dilaporkan telah sepakat meningkatkan perangkat lunak untuk peningkatan kinerja F-35.


    Dilansir dari Sputniknews, 28 mei 2018, sumber yang enggan disebutkan namanya menyebut kesepakatan ini adalah bagian dari negosiasi, namun Israel membantah melakukan pembicaraan atas kesepakatan F-35, di mana Turki ingin mendapatkan 100 jet tempur siluman F-35.

    Baca: Israel Jadi Negara Pertama di Dunia Gunakan F-35 dalam Perang

    Angkatan Udara Israel akan menerima perangkat lunak yang akan meningkatkan kemampuan pesawat F-35 pada Juli. Namun Israel khawatir Turki juga akan mendapatkannya dan diduga Israel meminta Amerika Serikat untuk mengirim jet ke Turki tanpa perangkat lunak.

    Kesepakatan dengan Turki sendiri mengundang kritik dari Kongres Amerika Serikat dan beberapa anggota parlemen menyerukan untuk menghentikan rencana penjual 100 unit lebih jet tempur F-35.

    "Perhatian kami adalah bahwa Turki akan melalui transisi yang sangat dramatis sebagai sebuah negara. Turki telah melenceng dari NATO dan mitra penting dalam bekerja melawan terorisme, untuk situasi saat ini, di mana warga negara Amerika sebagai ajang tawar-menawar. Ini bukan perilaku seorang sekutu," kata Senator James Lankford, mengacu pada Andrew Brunson, seorang pendeta, yang ditahan di Turki sejak tahun lalu.

    Pesawat tempur siluman Lockheed Martin F-35B mendarat di atas kapal induk serbu amfibi USS di perairan pulau paling selatan Jepang Okinawa 23 Maret 2018. F-35B mampu terbang dalam jangkauan sejauh 2.220 km. REUTERS/Issei Kato

    Menurut Lankford, insiden ini telah menunjukkan bahwa Turki menjadi kurang dapat diandalkan sebagai sekutu ke Amerika Serikat, dan menyarankan menahan teknologi militer Amerika Serikat ke Turki.

    Senator Lankford melanjutkan dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak meragukan Israel, "Ketika kami memberi mereka jet F-35 atau peralatan militer lainnya, kami tahu bagaimana mereka akan menggunakannya. Kami tahu apa yang akan dan tidak akan mereka lakukan. Saya tidak yakin kita bisa mengatakan hal yang sama tentang Turki."

    Dia juga mengatakan bahwa perselisihan baru-baru ini antara Turki dan Amerika Serikat mengenai isu kebijakan luar negeri harus mempertimbangkan kembali kesepakatan F-35, serta bentuk-bentuk kerjasama militer lainnya.

    Baca: Militer Rusia Uji Coba Rudal Anti-Rudal Terjauh, seperti Apa?

    Pesawat tempur siluman Lockheed Martin F-35B mendarat di atas kapal induk serbu amfibi USS di perairan pulau paling selatan Jepang Okinawa 23 Maret 2018. F-35B mampu terbang dalam jangkauan sejauh 2.220 km. REUTERS/Issei Kato


    Pekan lalu, Angkatan Udara Israel mengklaim bahwa Israel telah menjadi negara pertama di dunia yang melakukan serangan menggunakan jet tempur siluman F-35.

    Awal bulan Mei, anggota Kongres Amerika Serikat, David Cicilline, mengajukan proposal di Dewan Perwakilan untuk melarang penjualan jet F-35 ke Turki dengan alasan "premanisme" dan perilaku buruk.

    Sementara media Turki melaporkan kemungkinan pengiriman pesawat tempur Rusia Su-57 jika Washington memutuskan untuk menangguhkan pasokan F-35 sebagai tanggapan atas pembelian sistem anti-rudal S-400 buatan Rusia. Namun, sumber di sekretariat industri pertahanan Turki mengatakan bahwa laporan tersebut didasarkan pada pendapat para ahli dan tidak mencerminkan posisi resmi Turki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.