Atasi Penyusup, Israel Bangun Pembatas Laut di Gaza

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria Palestina mengibarkan bendera bentrok dengan tentara Israel ketika melakukan aksi menuntut kembali ke tanah leluhur mereka di  perbtasan Israel-Gaza di jalur Gaza, 18 Mei 2018. REUTERS/Mohammed Salem

    Seorang pria Palestina mengibarkan bendera bentrok dengan tentara Israel ketika melakukan aksi menuntut kembali ke tanah leluhur mereka di perbtasan Israel-Gaza di jalur Gaza, 18 Mei 2018. REUTERS/Mohammed Salem

    TEMPO.CO, Jakarta - Israel telah memulai pembangunan sebuah pembatas laut untuk mencegah warga Palestina di Gaza menyusup ke teritorial Israel. Pembatas ini dibangun hanya beberapa kilometer dari wilayah Gaza utara dan ditargetkan rampung akhir pekan ini.

    "Ini akan menjadi satu-satunya pembatas laut di dunia yang secara efektif akan menutup segala kemungkinan penyusupan ke wilayah Israel lewat laut," kata Avigdor Lieberman, Menteri Pertahanan Israel, Minggu, 27 Mei 2018, seperti di kutip situs Al-Jazeera.com.

    Baca: Amerika Serikat Diminta Israel Akui Dataran Tinggi Golan Miliknya

    Seorang pengunjuk rasa menampilkan plakat di depan petugas polisi saat mereka menggelar aksinya di luar Kedutaan Besar AS untuk mengutuk kekerasan Jalur Gaza yang menyebabkan puluhan orang Palestina tewas, di Hong Kong, 17 Mei 2018. (AP Photo/Vincent Yu)

    Baca: Turki Melarang Impor Barang Israel Menyusul Aksi di Gaza

    Menurut sejumlah media Israel, Kementerian Pertahanan Israel telah memerintahkan pembangunan pembatas ini sejak meletupnya perang Gaza 2014 dan setelah ditemukannya pejuang-pejuang kelompok Hamas sukses menyusup ke wilayah Israel melalui jalur laut. Gaza telah menjadi incaran blokade Israel sejak wilayah itu dikuasai Hamas.

    Kapal-kapal Angkatan Laut Israel telah menyulitkan nelayan-nelayan Gaza dalam mencari ikan. Biasanya, di wilayah lebih dari sekitar 6 mil dari garis pantai atau sekitar 11 kilometer, pasukan Angkatan Laut Israel akan melepaskan tembakan ke kapal-kapal ikan Palestina.

    Suasana di wilayah perbatasan Israel-Gaza masih memanas. Lebih dari 118 warga Palestina tewas di Jalur Gaza dalam sebuah aksi protes besar-besaran pada akhir Maret lalu untuk menuntut dikembalikannya hak wilayah mereka yang dicaplok Israel atau yang dikenal dengan Hari Nakba.

    Yahiya Sinwar, Kepala Hamas untuk Gaza, menyerukan agar dilakukan unjuk rasa besar-besaran pada 5 Juni 2018 guna memperingati berakhirnya perang enam hari yang meletup pada 1967 di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, dua wilayah yang saat ini diduduki Israel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?