Menang Pemilu Venezuela, Maduro: Ini Menjawab Tuduhan Oposisi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diego Maradona berpose untuk seragam Argentina bersama presiden Venezuela Nicolas Maduro. Internet

    Diego Maradona berpose untuk seragam Argentina bersama presiden Venezuela Nicolas Maduro. Internet

    Jakarta - Pemimpin Sosialis Venezuela, Nicolas Maduro berhasil memenangkan Pemilihan Umum Presiden di Venezuela pada Minggu, 20 Mei 2018. Kepastian hasil Pemilu presiden ini didapatkan setelah Komisi Pemilihan Umum Venezuela mengumumkan, Maduro meraih 68 persen suara mengungguli saingan terdekatnya Henri Falcon.

    Kemenangan Maduro tersebut terjadi di tengah protes kubu oposisi atas hasil pemilu yang dinilai kontroversial akibat maraknya upaya jual-beli suara serta rendahnya tingkat partisipasi pemilih jelang pemungutan di kotak suara.

    Baca: Nicolas Maduro Menang Pemilu Presiden Venezuela

    Dalam pidato kemenangan yang disampaikan di atas balkon istana kepresidenan Miraflores, Maduro menyatakan, hasil pemilu ini merupakan suatu hal yang heroik serta kemenangan populer bagi rakyat Venezuela.

    Selain itu, menurut Maduro, hasil pemilu ini berhasil menjawab tuduhan banyak pihak bahwa Venezuela anti Demokrasi dan ada di bawah rezim otoriter.

    Maduro menyerukan seluruh elemen bangsa termasuk oposisi untuk mengedepankan dialog dan persatuan di atas pertikaian politik yang terjadi. Dirinya juga menyampaikan ucapan selamat dan terimakasih atas kinerja Komisi Pemilihan Umum serta para pengamat internasional yang terlibat selama proses pemungutan suara berlangsung.

    Sejumlah pengungsi Venezuela berbaris untuk menerima makanan di penampungan Santa Catarina Casa de Acolhida di Manaus, Brasil 4 Mei 2018. Ratusan pengungsi Venezuela dalam setiap harinya terus berdatangan ke Brasil. REUTERS/Bruno Kelly

    Baca: Siapa Maduro, Presiden Venezuela Seteru Amerika

    Maduro berjanji akan mengatasi krisis ekonomi yang terjadi saat ini serta membawa arah pembangunan sosial ekonomi yang lebih baik bagi Venezuela.

    Meski Maduro keluar sebagai pemenang, protes keras disampaikan kubu oposisi atas hasil pemilu Venezuela. Jumlah partisipasi pemilih yang rendah serta dugaan jual beli suara menjadi isu sentral bagi kelompok oposisi pimpinan Henri Falcon serta Javier Bertucci menolak hasil pemilu dan menyerukan pemilu ulang diselenggarakan kembali.

    Dilansir dari Reuters, 21 Mei 2018, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu Venezuela hanya berkisar di 32,3 persen. Ini berbeda dengan Pemilu 2013 dimana saat itu daftar pemilih tetap berada di angka 80 persen. Menurut kubu oposisi,  rendahnya partisipasi pemilih ini membuat pemilu tersebut sulit diakui legitimasi atau keabsahannya.

    Selain angka partisipasi pemilih yang rendah, kubu oposisi mengindikasi terjadinya proses jual beli suara sebelum pemungutan suara berlangsung. Mereka mengklaim bahwa kubu petahana membangun tenda-tenda merah di dekat tempat pemungutan suara berlangsung.

    Baca: Krisis Venezuela, AS Bekukan Aset Presiden Maduro  

    Dalam tenda-tenda tersebut para pemilih khususnya masyarakat miskin dibuatkan kartu bernama “Fatherland Cards” setelah melakukan pencoblosan untuk mendapatkan hadiah uang serta pemberian apartemen gratis dari kubu pendukung petahana.

    Ketika dikonfirmasi soal sejumlah pelanggaran pemilu, Ketua komisi pemilihan umum Venezuela, Tibisay Lucena menyatakan bahwa dirinya mengetahui ada sejumlah laporan pelanggaran akan tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya.

    Hasil pemilu Venezuela ini berhasil mengantarkan Maduro meneruskan jabatannya sebagai presiden untuk periode kedua. Maduro memegang tampuk pimpinan presiden sejak pemimpin Venezuela, Hugo Chavez wafat pada 2013.

    Reuters|Telesurtv.net|Time|Zikril Hakim Badri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.