Kemenlu Terbitkan Larangan WNI ke Suriah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Langit Damaskus diterangi api rudal ketika Amerika Serikat melancarkan serangannya ke Suriah, 14 April 2018. Serangan yang diperintahkan oleh Donald Trump terkait penggunaan senjata kimia di Suriah. (AP Photo/Hassan Ammar)

    Langit Damaskus diterangi api rudal ketika Amerika Serikat melancarkan serangannya ke Suriah, 14 April 2018. Serangan yang diperintahkan oleh Donald Trump terkait penggunaan senjata kimia di Suriah. (AP Photo/Hassan Ammar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyusul serangan militer Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya ke Suriah pada Jumat, 13 April 2018, Kementerian Luar Negeri Indonesia menerbitkan larangan bagi masyarakat Indonesia untuk bepergian ke negara itu. 

    “Kementerian Luar Negeri mengimbau semua warga negara Indonesia untuk tidak melakukan kunjungan ke Suriah sampai situasi keamanan membaik. Bagi warga negara Indonesia yang saat ini berada di Suriah, segera melaporkan diri dan selalu berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus atau KBRI Damaskus melalui hotline KBRI Damaskus + 963 954444810 dan + 963937021018,” bunyi imbauan Kementerian Luar Negeri, Sabtu, 14 April 2018.    

    Imbauan Kemenlu itu juga menyebutkan WNI yang ingin mengetahui perkembangan situasi keamanan lebih lanjut di Damaskus dan sekitarnya dapat melihat di aplikasi bergerak Safe Travel, yang bisa diunduh dalam format Android dan iOS.

    Baca: Amerika, Prancis, Inggris Menyerang, Suriah: Itu Agresi Barbar

    Warga berjalan di dekat reruntuhan gedung-gedung di Aleppo, Suriah, 20 Januari 2017. Minggu ini merupakan tahun ketujuh Suriah dilanda peperangan dan kehancuran, ribuan orang meninggal dunia, anak-anak kehilangan orang tua, sekolah, tempat tinggal hingga waktu kecilnya yang seharusnya diisi dengan bermain dan senang-senang. (AP Photo/Hassan Ammar, File) 

    Baca: Lagi, Amerika Serikat dan Sekutunya Menyerang Suriah

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan melancarkan agresi militer ke Suriah pada Jumat, 13 April 2018, untuk merespons serangan senjata kimia di Kota Douma, Suriah, pada 7 April 2018, yang menewaskan setidaknya 60 orang warga sipil. Serangan militer ini berisiko membuat perang sipil Suriah semakin kompleks dan memicu kemungkinan adanya konfrontasi dari Rusia dan Iran, yang pasukan militernya berada di Suriah untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad. 

    Sumber Tempo di Ibu Kota Damaskus yang tak mau dipublikasi identitasnya menceritakan, dentuman suara bom yang dijatuhkan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya terdengar jelas. Namun pemerintah Suriah belum memberlakukan jam malam terkait dengan situasi keamanan negara itu saat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.