Selasa, 24 April 2018

13 Atlet Commonwealth Games 2018 Asal Afrika Hilang di Australia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi atlet senam irama asal Walles, Gemma Frizelle saat bersaing dalam Pesta Olahraga Persemakmuran (Commonwealth Games) 2018 di Gold Coast, Autralia, 11 April 2018. REUTERS/David Gray

    Aksi atlet senam irama asal Walles, Gemma Frizelle saat bersaing dalam Pesta Olahraga Persemakmuran (Commonwealth Games) 2018 di Gold Coast, Autralia, 11 April 2018. REUTERS/David Gray

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 13 atlet asal Afrika yang ambil bagian dalam perhelatan olahraga negara-negara persemakmuran Inggris Raya atau Commonwealth Games 2018 di Australia dilaporkan hilang. 

    Pihak penyelenggara Commonwealth Games pada Kamis, 12 April 2018 mengatakan 5 atlet dari Rwanda, Uganda dan Sierra Leone dilaporkan hilang, setelah 8 peserta dari Kamerun dicurigai melarikan diri sehari sebelumnya.

    Baca: Kisruh di Zimbabwe, Afrika Selatan Siap Kirim Pasukan

    Penyelenggara pertandingan membenarkan  atlet dari Rwanda dan Uganda hilang, sementara mereka juga sedang mengecek keberadaan dua pemain squash dari Sierra Leone.

    "Kami akan menanggapinya dengan sangat hati-hati. Fokusnya sekarang adalah untuk mendukung tim untuk melacak atlet yang hilang," kata Kepala eksekutif Federasi Persemakmuran David Grevemberg, seperti dilansir Channel News Asia pada 12 April 2018.

    Baca: Konflik Afrika Tengah, Warga Muslim Mengungsi ke Gereja

    Diduga para atlet itu menggunakan visa olahraga untuk tetap tinggal di Australia dan enggan kembali ke negaranya masing-masing. Menurut Grevemberg, dugaan itu menyusul kejadian serupa di masa lalu, yakni lebih dari 100 atlet mengalami visa overstay semasa Olimpiade Sydney 2000.

    Laporan hilangnya 13 atlet dari negara-negara konflik di Afrika itu membuat Pasukan Perbatasan Australia melakukan pencarian.

    Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton memperingatkan bahwa para atlet Afrika itu akan diusir dari negara itu jika mereka berusaha memperpanjang visa mereka.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Prevalensi, Penyebab, dan Pencegahan Stunting di Indonesia 2018,

    Pada 2018, satu dari tiga anak Indonesia mengalami stunting karena masalah kekurangan gizi yang sudah terjadi sejak dalam kandungan.