Hore! Sekarang Boleh Bersepeda Santai di Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Amirah al-Turkistani, seorang dosen desain grafis di Jeddah International College, bermain sepeda di Jeddah, Arab Saudi, 7 November 2018. REUTERS

    Amirah al-Turkistani, seorang dosen desain grafis di Jeddah International College, bermain sepeda di Jeddah, Arab Saudi, 7 November 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika Amirah al-Turkistani meninggalkan Boston, Amerika Serikat pada 2015, teman-teman Turkistani mencemoohnya karena dia membawa sepeda pistachio kesayangannya kembali ke Arab Saudi

    “Mereka mengatakan pada saya, ‘apa yang akan kamu lakukan dengan sepeda itu di Jeddah, menggantungnya di dinding?’,” kata Turkistani sambil tertawa, seperti dikutip dari Reuters, 10 April 2018. 

    Baca :Gelar Reformasi Ekonomi, Saudi Bikin 84 Hotel Tahun Ini

    Mengendarai sepeda di ruang terbuka adalah hal yang tidak pernah terfikirkan sebelumya oleh umat Islam di Kerajaan Arab Saudi. Di negara itu, terdapat patroli polisi di ruang-ruang terbuka untuk mendorong masyarakat berpakaian sopan, melarang diputarnya musik dan minuman beralkohol. Pada saat masuk waktu sholat, toko-toko diperintahkan tutup dan tidak boleh bercampur perempuan dan laki-laki yang tidak bertalian darah.        

    Namun Turkistani membuat perubahan. Perempuan 30 tahun itu, dengan mengenakkan abaya, rutin bersepeda santai, sendirian atau kadang bersama suami dan anak-anaknya. 

    Bukan hanya bersepeda, Turkistani pun merancang sendiri abaya yang dikenakannya. Umumnya, abaya yang dipakai perempuan Arab Saudi bewarna hitam, tetapi Turkistani mendobrak tradisi dengan mengenakkan abaya bewarna pastel dengan renda dan hiasan warna terang.    

    “Jeddah hari ini bukan lagi Jeddah lima atau enam tahun yang lalu. Kesempatan bekerja bagi laki-laki dan perempuan sekarang sudah sama,” kata Turkistani.

    Baca: Reformasi, Arab Saudi Buka Lowongan Penyidik untuk Perempuan       

    Sejumlah wanita Arab Saudi melakukan lari bersama dalam bagian dari acara perayaan Hari Perempuan Internasional di Jeddah Lama, Arab Saudi, 8 Maret 2018. Perempuan Arab Saudi punya momentum bagus setelah Putra Mahkota Mohammed bin Salman mencabut sejumlah ketentuan yang membatasi hak perempuan." REUTERS

    Dibawah program reformasi yang dijalankan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, 32 tahun, Arab Saudi melakukan transformasi ekonomi dan modernisasi. Putra Mahkota itu telah melonggarkan larangan sosial, mendukung konser di ruang terbuka dan mengakhiri 40 tahun larangan nonton bioskop bagi masyarakat Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.