Perang Dagang, Cina Tuding Amerika Pelanggar Aturan WTO

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump dan istrinya  Melania mengunjungi Forbidden City didampingi Presiden Cina, Xi Jinping serta istrinya Peng Liyuan di Beijing, Cina, 8 November, 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    Presiden AS Donald Trump dan istrinya Melania mengunjungi Forbidden City didampingi Presiden Cina, Xi Jinping serta istrinya Peng Liyuan di Beijing, Cina, 8 November, 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Shanghai -- Konflik perdagangan antara Cina dan Amerika Serikat meningkat drastis menjelang pengumuman kenaikan tarif impor oleh Presiden Donald Trump atas barang impor dari Cina pada Kamis, 22 Maret 2018 waktu setempat.

    Pemerintah Cina menuding Amerika sebagai pelanggar rutin terhadap aturan dagang internasional. Pernyataan ini keluar setelah World Trade Organization mengeluarkan putusan menyalahkan kebijakan tarif anti-subsidi yang dikeluarkan pemerintah Barack Obama.

    Baca: Cina Sebut UU Amerika Soal Taiwan Sebuah Kesalahan, kenapa?

     

    "Putusan itu menunjukkan AS telah melanggar aturan WTO berulang kali, yang merusak perdagangan internasional yang adil dan melemahkan sistem perdagangan multilateral," begitu pernyataan dari kementerian Perdagangan Cina seperti dilansir Reuters, Rabu, 21 Maret 2018.

    Baca: Dana Pertahanan Cina Rp 2.500 Triliun, Laksamana Amerika Bilang..

     

    Putusan ini juga ditanggapi media resmi China Daily. "Karena AS sepertinya tidak akan memperbaiki caranya, negara-negara lain sebaiknya berhenti berharap mereka tidak akan terkena tembakan proteksionisme dan harus menjadi lebih gigih melawan mereka," begitu pernyataan media resmi Cina, China Daily, seperti dilansir Reuters, Kamis, 22 Maret 2018.

    Sekitar dua pekan lalu, Trump mengumukan kenaikan tarif impor untuk produk baja dan aluminium sebanyak masing-masing 25 persen dan 10 persen.

    Sebelumnya, Trump telah menyasar Korea Selatan dengan menaikkan tarif impor mesin cuci sebanyak 20 persen untuk pembelian pertama dan 50 persen untuk pembelian berikutnya. Kebijakan ini membuat harga mesin cuci buatan LG menjadi naik drastis.

    Trump menaikkan tarif berbagai impor Amerika dari sejumlah negara untuk mencukur defisit neraca perdagangan. Trump pernah meminta Cina untuk mengurangi defisit perdagangan kedua negara, yang mencapai sekitar US$350 miliar pada 2017 atau sekitar Rp4,800 triliun, sebanyak US$100 miliar atau sekitar Rp1,400 triliun. Permintaan ini ditolak Cina, yang menyatakan akan melindungi kepentingan ekonominya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.