Selasa, 20 November 2018

Korea Utara: Stop Latihan Militer Korea Selatan - Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat pembom Amerika B-1B Lancer terbang diatas langit Korea Selatan saat latihan militer bersama pada 8 Juli 2017. Pesawat pembom US Air Force B-1B berlatih bersama dengan jet tempur F-15 milik Korsel dan jet tempur F-16 milik AS di langit Semenanjung Korea. South Korean Air Force/Yonhap via REUTERS

    Pesawat pembom Amerika B-1B Lancer terbang diatas langit Korea Selatan saat latihan militer bersama pada 8 Juli 2017. Pesawat pembom US Air Force B-1B berlatih bersama dengan jet tempur F-15 milik Korsel dan jet tempur F-16 milik AS di langit Semenanjung Korea. South Korean Air Force/Yonhap via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara mengatakan, negaranya tidak akan mengemis untuk melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat. Menurut laporan kantor bertia Korea Utara, KCNA, latihan militer Amerika Serikat di Semenanjung Korea membahayakan upaya unifikasi. Namun Korea Utara akan melawan langkah Amerika Serikat jika negeri itu melakukan latihan militer bersama Korea Selatan.

    Amerika Serikat, menurut laporan Al Jazeera, akan menggelar latihan militer bersama dengan Korea Selatan pada April 2018, sebagaima disampaikan oleh penasihat keamanan presiden pekan ini kepada kantor berita Yonhap.

    Baca: AS--Korsel Latihan Perang, Korea Utara: Perang Tidak Terelakkan!

    Tentara militer Korea Selatan dan Amerika Serikat ikut berpartisipasi dalam latihan militer musim dingin di Pyeongchang, Korea Selatan, 24 Januari 2017. REUTERS

    "Jika Amerika Serikat tetap ngotot melakukan latihan militer bersama dan melanjutkan sanksi kepada Republik Demokratik Rakyat Korea, maka Korea Utara tidak segan melawannya. Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas apa yang bakal terjadi," tulir kantor berita KCNA.

    Pada 23 Februari 2018, Amerika Serikat mengatakan, negaranya memberikan sanksi lebih besar untuk menekan Korea Utara setelah negeri komunis itu dituding mengembangkan program senjata nuklir.

    Hari ini, Korea Selatan mengirimkan delegasi tingkat tinggi, termasuk kepala dinas intelijen dan penasihat keamanannya, ke Korea Utara, Senin, 5 Maret 2018.

    Gedung Biru Korea Selatan dalam pernyatannya kepada media mengatakan, rombongan yang terdiri dari 10 utusan itu akan fokus pada hubungan antar-Korea serta membangun dialog Korea Utara dan Amerika Serikat terkait pengurangan senjata nuklir di Semenanjung Korea. Juru bicara Gedung Biru Yoon Young-chan mengatakan, Kepala Keamanan Nasional Chung Eui-yong akan memimpin kunjungan 10 delegasi Korea Selatan.Ekspresi seorang anggota marinir Amerika Serikat (AS) saat ditantang memakan seekor tokek dalam latihan gabungan Cobra Gold 2018 (CG18) di markas militer provinsi Chonburi, Thailand, 19 Februari 2018. Dalam latihan gabungan ini, pasukan marinir AS dan Korea Selatan ditantang memakan beberapa reptil sebagai cara bertahan hidup di hutan. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Baca: Korea Selatan Kirim Delegasi ke Korea Utara, Berunding Nuklir

    Laporan CNN menyebutkan, di dalam delegasi Korea Selatan itu terdapat Kepala Dinas Intelijen Suh Hoon, Wakil Menteri Unifikasi Chun Hae-sung, Wakil Direktur Dinas Intelijen Nasional Kim Sang-gyun, dan Wakil direktur Gedung Biru Yun Gyeong-young.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.