Milisi Houthi Caplok Wilayah Arab Saudi di Perbatasan Yaman

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah liang yang dipersiapkan untuk memakamkan sejumlah orang yang tewas akibat serangan udara koalisi Saudi untuk milisi Houthi di desa Okash, Sanaa, Yaman, 4 April 2015. Serangan udara ini menewaskan sembilan orang. REUTERS/Mohamed al-Sayaghi

    Sejumlah liang yang dipersiapkan untuk memakamkan sejumlah orang yang tewas akibat serangan udara koalisi Saudi untuk milisi Houthi di desa Okash, Sanaa, Yaman, 4 April 2015. Serangan udara ini menewaskan sembilan orang. REUTERS/Mohamed al-Sayaghi

    TEMPO.CO, Jakarta - Houthi telah mencaplok wilayah Arab Saudi di perbatasan Yaman, yang luasnya mencapai 100 mil persegi atau sekitar 258,9 kilometer persegi. Sejauh ini, Arab Saudi belum memberikan penjelasan terbuka soal pencaplokan wilayahnya oleh milisi Syiah itu.

    Roket Houthi Tewaskan Tentara Saudi

    "Houthi menguasai wilayah Saudi seluas beberapa mil dengan merangsek perbatasan dari arah timur seberang Jizan hingga ke (Provinsi) Najran, kami memperkirakan luasnya sekitar 100 mil persegi wilayah kerajaan ini, kemungkinan lebih," kata Simon Henderson, Baker Fellow dan Direktur Program Kebijakan Teluk dan Minyak di Institut Washington untuk kebijakan Timur Jauh, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat, 26 Januari 2018.

    Baca: Iran Kirim Senjata ke Houthi Yaman Lewat Teluk

    Menurut Henderson, terjadi perdebatan apakah lahan itu dapat digambarkan sebagai wilayah pendudukan atau bukan. 

    Houthi beberapa kali menembakkan rudal dan roketnya ke wilayah Arab Saudi dari Najran. Seperti serangan Houthi pada 19 Desember 2017—yang menembakkan rudalnya ke arah Riyadh, ibu kota Arab Saudi—rudal itu berhasil dicegat oleh pasukan keamanan Saudi.

    Seorang wanita mengangkat peluncur granat roket saat mengikuti aksi dukungan terhadap kelompok Houthi yang berjuang melawan pasukan pemerintah Yaman, di Sanaa, Yaman, 13 Januari 2017. REUTERS/Khaled Abdullah

    Menurut laporan Xinhua. Houthi sudah ratusan kali menembakkan rudal balistiknya ke sejumlah kota di Saudi. Sebagian besar rudal itu berhasil dicegat dan dihancurkan oleh angkatan udara Saudi.

    Baca: 3 Serangan Milisi Houthi yang Mengejutkan Arab Saudi

    Sedangkan di Yaman, milisi Houthi telah menguasai Sana'a, ibu kota Yaman; dan kota pelabuhan strategis, Hudaydah.

    Saudi dan Amerika Serikat meyakini Iran berada di belakang milisi Houthi dengan memberikan bantuan senjata termasuk rudal-rudal tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.