Mohammad, Nama Bayi Lelaki Terpopuler di Jerman

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. telegraph.co.uk

    Ilustrasi bayi. telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Mohammad disebut menjadi salah satu nama paling populer untuk bayi  laki-laki yang lahir di Jerman. Hal ini dikaitkan dengan kebijakan Kanselir Angela Merkel yang membuka  perbatasan pada 2015 untuk masuknya imigran yang kini jumlahnya lebih dari satu juta imigran dan mayoritas mereka beragama Islam.

    Daily Mail melaporkan pada 26 Januari 2018, badan amal yang menamakan dirinya, Society for German Language (GfdS) mengatakan bahwa pertumbuhan populasi Muslim di Jerman ini telah menjadi faktor meningkatnya pemakaian nama Arab.

    Baca: Muhammad, Nama Bayi Lelaki Terpopuler di Inggris  

    "Dalam waktu kurang dari 10 tahun, telah meningkat dari posisi 97 menjadi 26. Dalam tiga tahun ke depan, Mohammad bisa menempati posisi 10 besar," kata Andrea Ewels, Direktur GfdS.

    Menurut penelitian GfdS terbaru, statistik untuk 2016 menunjukkan nama Mohammed naik dari posisi ke-41 pada tahun 2015 menjadi posisi 26 di tahun berikutnya. Namun, data ini tidak memperhitungkan semua varian ejaan termasuk lain dari kata itu seperti Mohamad, Mohamed dan Mehmet.

    Baca: Muhammad dan Jack Adalah Nama Bayi Terpopuler

    Selain di Jerman, beberapa negara Barat lainnya juga mengalami hal serupa. Menurut surat kabar Austria Kronen Zeitung, data yang dikumpulkan dengan menggunakan semua varian yang baru ditemukan, nama Mohammad berada di peringkat ketiga nama paling populer di antara bayi laki-laki yang lahir di Wina.

    Pada Mei 2016, sebuah survei di Inggris mengungkapkan bahwa Mohammad adalah nama paling populer di London dan yang kedua paling populer di seluruh Inggris. 

    Di Amerika Serikat, nama Muhammad berada di peringkat 352 pada 2016 dalam hal popularitas. Untuk tahun 2016, jumlah kelahiran dengan nama Muhammad adalah 958, yang mewakili 0,048 persen dari total kelahiran laki-laki tahun itu.

    Baca: Inilah 10 Nama Favorit untuk Bayi di AS  

    Kini Jerman membatasi jumlah pencari suaka. Kesepakatan yang dipaksakan antara partai CDU Angela Merkel, partai CSU dan SPD adalah membatasi jumlah pendatang migran antara 180.000 dan 220.000 setiap tahun.

    Jerman akan membatasi jumlah pencari suaka sampai sekitar 200.000 per tahun di bawah rancangan kesepakatan koalisi yang disegel awal bulan ini setelah perundingan maraton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.