Puluhan Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah Sakit di Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar rumah sakit di Miryang, Korea Selatan, 26 Januari 2018.   Kim Dong-min/Yonhap via REUTERS

    Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar rumah sakit di Miryang, Korea Selatan, 26 Januari 2018. Kim Dong-min/Yonhap via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Sedikitnya 33 orang tewas dan lebih dari 70 orang lainnya cedera dalam kebakaran di sebuah rumah sakit di Korea Selatan yang sebagian besar merawat orang lanjut usia.

    Seperti dilansir Reuters, Jumat 26 Januari 2018, kebakaran terjadi di Rumah Sakit Sejong di Kota Miryang, sekitar 270 kilometer selatan tenggara Seoul, sekitar jam 7.30 pagi waktu setempat.

    Menurut media lokal, lebih dari 100 pasien tengah dirawat di dalam gedung dan sebuah panti jompo di dekatnya pada saat itu.

    Pejabat Korea Selatan khawatir korban tewas diperkirakan akan bertambah.

    Baca juga:

    Motel di Seoul Dibakar, 5 Tewas dan 4 Terluka

    Delapan orang tercatat mengalami luka kritis dan 69 luka ringan. Tidak ada korban jiwa akibat luka bakar. Para korban luka dievakuasi dari rumah sakit ke empat rumah sakit lain di dekatnya.

    Api diduga berasal dari ruang gawat darurat di lantai pertama. Laporan televisi menunjukkan asap hitam mengepul dari jendela dan masuk ke rumah sakit dan nyala api berkedip-kedip.

    Choi Man-woo, kepala pemadam kebakaran kota Miryang, mengatakan kepada wartawan bahwa api berhasil dipadamkan setelah beberapa jam.

    Istana Kepresidenan, Gedung Biru, di Seoul mengatakan bahwa Presiden Moon Jae-in telah mengadakan pertemuan darurat dengan ajudannya untuk menangani dampak kebakaran itu.

    Kebakaran ini terjadi hanya sebulan setelah 29 orang meninggal dalam kebakaran di sebuah pusat kebugaran bertingkat delapan di Kota Jecheon, Korea Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.