Palestina: Pengakuan Trump Atas Yerusalem Tak Bisa Diterima

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Riyadh, Arab , 20 Desember 2017. Palestinian President Office (PPO)/Handout via REUTERS

    Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Riyadh, Arab , 20 Desember 2017. Palestinian President Office (PPO)/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahmoud Abbas mengatakan sampai kapanpun Palestina tidak akan menerima keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

    Komentar Presiden Palestina itu disampaikan dalam pertemuan dua hari Dewan Sentral Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), di Ramallah.

    Baca: Palestina Kecam Sikap Guatemala Soal Yerusalem

    Presiden AS Donald Trump dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan di Istana Kepresidenan di Bethlehem, 23 Mei 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    "Secara politik, Yerusalem adalah ibu kota kita, dari sudut pandang agama Yerusalem milik kita, secara geografis Yerusalem ibu kota kita," kata Abbas Ahad, 14 Januari 2018.

    "Namun semua itu dihapus dari peta melalui sebuah cuitan Trump," ujarnya seperti dikutip Al Jazeera.

    "Sekarang kami mengatakan, 'Tidak' dengan Trump. Kami tidak akan menerima rencananya."

    Pemimpin Palestina ini juga mengatakan bahwa Israel telah mengakhiri kesepakatan damai Oslo pada 1990. Duta besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Hayden, dan Israel, David Fierman, telah kehilangan diri.

    Keputusan Trump yang disampaikan pada 6 Desember 2017 mendapatkan kecaman luas dari komunitas internasional dan memicu demonstrasi di wilayah pendudukan Palestina.Warga Palestina penyandang disabilitas, Ibraheem Abu Thuraya, mengikuti demo menentang Yerusalem ibu kota Israel dari atas kursi roda. Ia kehilangan kakinya akibat serangan udara Israel ke Jalur Gaza, Palestina, pada 2008. REUTERS

    Abbas sebelumnya mengatakan, Amerika Serikat tidak bisa lagi memainkan perannya dalam proses perdamanan di Timur Tengah menyusul keputusan Trump.

    Status Yerusalem sangat sensitif dan menjadi salah satu titik masalah yang harus dipecahkan guna mengkhiri konflik Palestina-Israel.

    Baca: Oposisi Turki: Kota Yerusalem Ibu Kota Palestina

    Para pemimpin Palestina ingin Yerusalem Timur menjadi ibu kota masa depannya, sementara Israel mengatakan kota tersebut tidak bisa dipisahkan. Israel menginginkan kota itu sebagai ibu kotanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.