Rabu, 23 Mei 2018

Anak Perempuan Berhijab Jadi Target Serangan di Kanada

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khawlah Noman (11) berbicara kepada wartawan di Sekolah Umum Junior Pauline Johnson, setelah dia mengatakan kepada polisi bahwa seorang pria memotong jilbabnya dengan gunting di Toronto, Ontario, Kanada, 12 Januari 2018. REUTERS

    Khawlah Noman (11) berbicara kepada wartawan di Sekolah Umum Junior Pauline Johnson, setelah dia mengatakan kepada polisi bahwa seorang pria memotong jilbabnya dengan gunting di Toronto, Ontario, Kanada, 12 Januari 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Seorang anak perempuan berhijab menjadi target serangan di Kota Toronto, Kanada pada Jumat waktu setempat.

    Khawlah Noman, 11 tahun mengatakan seorang pria keturunan Asia berusaha memotong hijabnya dua kali saat dia berjalan menuju sekolah. Polisi Kanada pun menyebut serangan itu sebagai kejahatan kebencian.

    "Saya merasa sangat takut dan bingung," kata Khawlah Noman, siswi Pauline Johnson Junior Public School di Scarborough, Toronto, Ontario, Kanada, dalam konferensi pers pada Jumat petang waktu setempat seperti dilansir The Toronto Star, Sabtu 13 Januari 2018.

    Khawlah mengatakan dia merasa ada pria membuntutinya saat berjalan ke sekolah bersama adik laki-lakinya Mohammad Zakariyya (10). Saat ia berbalik, Khawlah melihat pria itu memegang gunting. Dia lalu menjerit dan pria itu kabur, tapi kembali beberapa menit kemudian.

    Baca juga:

    Sebelum Menembaki Jemaah Masjid Kanada, Pelaku Katakan Ini 

    "Dia kembali memotong hijab saya lagi sebelum tersenyum dan kabur," kata Khawlah.

    Setibanya di sekolah Khawlah dan adiknya melihat bagian bawah belakang hijabnya telah terpotong hingga 30 sentimeter.
    Ia mengatakan sangat takut pergi ke sekolah.

    Ibu Khawlah Saima Samad berada di sisinya saat puterinya berbicara kepada wartawan. Samad berurai air mata saat menggambarkan dia bergegas ke sekolah dan memeluk putrinya setelah kejadian itu.

    "Saya senang dia selamat," kata Samad, suaranya pecah. "Saya tidak tahu mengapa dia melakukan itu, tapi ini jelas bukan (karakter) Kanada."

    Juru bicara Dewan Sekolah Distrik Toronto Ryan Bird mengatakan kepada CBC Toronto bahwa polisi dan keluarga Khawlah dihubungi segera setelah anak perempuan itu melaporkan apa yang dia alami ke sekolah.

    "Mengejutkan mengetahui ada serangan ini," katanya, menambahkan bahwa sekolah akan bekerja sama erat dengan polisi dalam menangani kasus ini sambil memberikan dukungan yang diperlukan bagi siswi terdampak dan keluarganya.

    Polisi Toronto sedang menyelidiki insiden tersebut sebagai kejahatan kebencian dan meminta bantuan masyarakat untuk mengidentifikasi penyerang yang digambarkan sebagai orang Asia berperawakan sedang dengan kumis tipis dan kacamata hitam.

    Baca juga:

    Kanada Tangguhkan Larangan Bercadar di Quebec 

    Pria itu dikatakan berusia pertengahan 20-an, dan mengenakan kaus hitam bertutup kepala hitam dan celana hitam.

    Sejumlah pejabat Kanada mengutuk serangan tersebut.

    Wali Kota Toronto John Tory mengatakan ia sangat terkejut atas serangan itu dan menegaskan,”Tidak boleh ada satu pun anak yang takut berjalan ke sekolah di Toronto hanya karena apa yang mereka kenakan.”

    Sementara Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berbicara mengenai serangan itu dalam cuitan di akun Twitternya.
    "Simpati saya untuk Khawlah Noman menyusul serangan pengecut pagi ini di Toronto. Kanada adalah negara yang terbuka dan insiden seperti ini tidak boleh ditoleransi.”

    Dalam pidato dalam pidato akhir pertemuan kabinet di London, Ontario, Jumat petang, Trudeau menambahkan,"Saya ingin dia dan keluarganya dan kawan-kawannya dan warga mengetahui bahwa itu bukan Kanada yang sebenarnya."


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.