Penasihat Donald Trump: Jangan Cabut Sanksi Ekonomi untuk Iran

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri-kanan: Menlu A.S. John Kerry, Menlu Inggris Philip Hammond, Menlu Rusia Sergei Lavrov, Menlu Iran Javad Zarif, dan Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier,  berfoto sebelum pertemuan di Vienna, Austria, 24 November 2014.   REUTERS/Leonhard Foeger

    Kiri-kanan: Menlu A.S. John Kerry, Menlu Inggris Philip Hammond, Menlu Rusia Sergei Lavrov, Menlu Iran Javad Zarif, dan Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier, berfoto sebelum pertemuan di Vienna, Austria, 24 November 2014. REUTERS/Leonhard Foeger

    TEMPO.CO, Jakarta - Penasihat Presiden Amerika Serikat mendesak agar Donald Trump tidak mencabut sanksi ekonomi untuk Iran terkait dengan kesepakatan nuklir di Wina 2015.

    Iran dan sejumlah enam negara super kuat termasuk Amerika Serikat bersepakat mencabut sanksi ekononim setelah Teheran bersedia mengakhiri program nuklir. Kesepakatan tersebut diteken di Wina pada 2015.

    Baca: Swedia Dukung Perjanjian Nuklir Iran, Kritik Trump Keliru

    Iran Desak Pencabutan Sanksi Ekonomi

    Dua penasihat pemerintahan Trump mengatakan kepada kantor berita Reuters, Rabu, 10 Januari 2018, dia tidak memberikan rekomendasi sanksi ekonomi kepada Iran.

    "Sanksi itu pernah dicabut sesuai kesepakatan antara Iran dengan Amerika Serikat dan negara kuat lainnya," ujarnya seperti dikutip Al Arabiya, Kamis, 11 September 2018.

    Namun, Trump yang pernah bersumpah membatalkan seluruh perjanjian di masa pemerintahan Barack Obama tersebut, tidak mau memperhatikan nasihat yang diberikannya.Presiden baru Iran, Hasan Rouhani melambaikan tangan setelah upacara pengambilan sumpah di gedung parlemen, di Teheran, Iran, Minggu (4/8). Rouhani menyerukan kepada negara Barat untuk menghilangkan sanksi kepada negaranya atas program nuklir yang kontroversial, untuk meringankan beban ekonomi warga Iran. AP/Ebrahim Noroozi

    Penasihat yang tak bersedia mengungkapkan identitasnya itu mengatakan, Trump akan mengambil keputusan final setelah menggelar pertemuan dengan para penasihat keamanan nasionalnya yang gelar Kamis ini.

    Baca: Trump Jatuhkan Sanksi Atas 5 Entitas Iran terkait Program Rudal

    Dia menambahkan, jika Trump benar-benar menerapkan sanksi dengan Iran maka Amerika Serikat akan membuat target bisnis baru antara Iran dengan warganya. Sebelumnya, Uni Eropa menyatakan akan tetap bermitra dengan Iran berdasarkan kesepakatan Wina 2015.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.