Trump Jatuhkan Sanksi Atas 5 Entitas Iran terkait Program Rudal

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iran memiliki berbagai rudal balistik yang diperkirakan mampu menghantam sampai Eropa. Jangkauannya mencapai 2.500 kilometer. Hingga saat ini, baru Rusia, Cina dan Korea Utara yang memiliki teknologi manufaktur rudal-rudal ini. Bahkan saat ini sedang berlangsung kerja sama antara Teheran dan Pyongyang terkait rudal.

    Iran memiliki berbagai rudal balistik yang diperkirakan mampu menghantam sampai Eropa. Jangkauannya mencapai 2.500 kilometer. Hingga saat ini, baru Rusia, Cina dan Korea Utara yang memiliki teknologi manufaktur rudal-rudal ini. Bahkan saat ini sedang berlangsung kerja sama antara Teheran dan Pyongyang terkait rudal.

    TEMPO.COWashington -- Pemerintah Amerika Serikat pimpinan Presiden Donald Trump mengumumkan sanksi terhadap empat perusahaan dan satu lembaga riset asal Iran yang mendukung program pengembangan rudal balistik. Sanksi itu berupa pembekuan aset keuangan dari perusahaan terkait, yang berada dalam wilayah yuridiksi AS. Warga dan perusahaan AS dilarang melakukan transaksi komersil dengan perusahaan-perusahaan ini.

    Baca: Terungkap Rahasia Gaya dan Warna Rambut Trump

    "Sanksi ini mentargetkan entitas kunci yang terlibat dalam pengembangan program rudal balistik, yang menjadi prioritas rezim Iran di atas pembangunan ekonomi bangsa Iran," kata Steven Mnuchin, menteri Keuangan AS, dalam pernyataannya seperti dilansir media Politico asal AS, Kamis, 4 Januari 2018, waktu setempat.

    Baca: Trump Ancam Hentikan Bantuan, Pakistan Gelar Sidang Darurat

     

    Kelima perusahaan ini terafiliasi dengan Grup Shahid Bakeri Industrial, yang mengembangkan berbagai jenis rudal Iran. Perusahaan-perusahaan itu adalah Shahid Kharrazi Industries, Shahid Sanikhani Industries, Shahid Moghaddam Industries, Shahid Shustari Industries, dan Shahid Eslami Research Center.

    AS juga bakal bersikap mengenai pengabaian sanksi ekonomi terhadap Iran, yang selama ini tidak diterapkan pasca penandatanganan perjanjian nuklir Iran pada 2015. Pengabaian sanksi ini harus diperbarui setiap 120 hari.

    Presiden AS, Donald Trump, telah berulang kali mengkritik perjanjian nuklir Iran, yang didukung Presiden Barack Obama dan sejumlah negara besar seperti Rusia dan Eropa. Menurut Trump, perjanjian itu merugikan kepentingan AS dan Israel. Perjanjian itu dinilai hanya memperkuat pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah.

    Perjanjian nuklir Iran mencantumkan pencabutan sanksi ekonomi atas industri perbankan, minyak, industri pengapalan dengan imbalan Iran menghentikan program pengayaan uranium, yang bisa dijadikan senjata nuklir. Jika Trump keluar dari perjanjian ini maka akan membuat AS terisolasi dari panggung dunia karena dinilai menggagalkan perjanjian internasional yang telah ditandatanganinya.

    Dalam pernyataannya, Mnuchin juga mengatakan akan terus menyoroti mismanajemen perekonomian Iran dan pengalihan sejumlah besar sumber daya untuk membiayai program misil dengan mengorbankan warga negara itu.

    Pengumuman sanksi terhadap lima entitas pendukung program rudal balistik Iran ini juga dilakukan di tengah aksi unjuk di Iran, yang telah menelan korban 22 orang tewas dan sekitar 500 orang ditahan dalam dua pekan terakhir. Trump mencuit dukungan terhadap aksi unjuk rasa ini, yang membuat pemerintah Iran mengecam pernyataannya itu.

    POLITICO | CNBC | TIME


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.