Delegasi Korea Utara - Korea Selatan Bertemu, Ini yang Dibahas

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Korea Selatan memberikan hormat saat delegasi tiba untuk pertemuan antara Korea Selatan dan Utara di jembatan Penyatuan di Zona Demiliterisasi, Paju, Korea Selatan, 9 Januari 2018. AP

    Tentara Korea Selatan memberikan hormat saat delegasi tiba untuk pertemuan antara Korea Selatan dan Utara di jembatan Penyatuan di Zona Demiliterisasi, Paju, Korea Selatan, 9 Januari 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Delegasi Korea Utara dan Korea Selatan memulai pertemuan di gedung Peace House berlantai tiga di desa gencatan senjata, Paju, Panmunjom, Selasa, 9 Januari 2018, pukul 10.00 waktu setempat.

    Masing-masing negara mengirim lima pejabat seniornya untuk menghadiri pertemuan bersejarah dua Korea untuk pertama kalinya sejak dua tahun lalu.

    Baca: Korea Utara Buka Lagi Jalur Komunikasi dengan Korea Selatan

    Tentara Korea Selatan memindahkan pagar barikade saat delegasi tiba di jembatan Penyatuan di Zona Demiliterisasi, Paju, Korea Selatan, 9 Januari 2018. Kedua Korea dipisahkan oleh perbatasan dengan penjagaan militer terketat di dunia sejak Perang Korea berujung dengan jalan buntu pada 1953. AP

    Delegasi Korea Utara dipimpin Ri Son-gwon, Ketua Komite Reunifikasi Damai Tanah Air. Ri adalah anggota militer yang berkarier di angkatan bersenjata Korea Utara dan sebelumnya merupakan negosiator pembicaraan inter-Korea.

    Sedangkan delegasi Korea Selatan dipimpin Menteri Unifikasi Cho Myoung-gyon.

    "Hari ini, kami terlibat pembicaraan untuk membahas partisipasi Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang dan Paralympics. Begitu pun peningkatan hubungan antar-Korea," kata Cho, seperti dikutip dari Reuters, 9 Januari 2018.

    Baca: Desa Unik, Tempat Korea Utara dan Korea Selatan Berunding Besok

    Selain itu, menurut Cho, pertemuan ini untuk membahas kelanjutan reuni anggota keluarga yang terpisah akibat Perang Korea yang berakhir dengan gencatan senjata. Situasi ini menunjukkan kedua Korea masih dalam situasi perang.

    Menyambut pertemuan Korea Utara dengan Korea Selatan, 20 warga Korea Selatan membawa spanduk bertuliskan, “Kami berharap pembicaraan tingkat tinggi antar-Korea sukses.”

    Mengutip Straits Times, kamera dan mikrofon disediakan di ruang pertemuan untuk memastikan pembicaraan kedua delegasi dapat dipantau dan didengarkan Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara, dan Moon Jae-in, Presiden Korea Selatan. Jika diperlukan, Kim dan Moon dapat mengintervensi pembicaraan kedua delegasi, menurut sumber pemerintah Korea Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.