Korea Utara Buka Lagi Jalur Komunikasi dengan Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit Korea Selatan patroli di dekat perbatasan desa Panmunjom yang memisahkan Korea sejak Perang Korea, di Paju, sebelah utara Seoul, Korea Selatan, Minggu (14/6). AP Photo/Lee Jin-man

    Prajurit Korea Selatan patroli di dekat perbatasan desa Panmunjom yang memisahkan Korea sejak Perang Korea, di Paju, sebelah utara Seoul, Korea Selatan, Minggu (14/6). AP Photo/Lee Jin-man

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara hari ini mengumumkan akan membuka kembali sambungan telepon hotline perbatasan dengan Korea Selatan, yang ditutup sejak Februari 2016 lalu.

    Seperti dilaporkan kantor berita Korea Selatan, Yonhap, dan dilansir Reuters, Rabu, 3 Januari 2018, sambungan telepon perbatasan (border hotline) kedua negara bertetangga itu akan dibuka kembali hari ini sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

    Ri Son-gwon, kepala Komite Reunifikasi Perdamaian Korea Utara mengumumkan rencana ini mewakili Kim Jong-un dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah.

    Baca juga:
    Soal Program Nuklir, Korea Utara Menuding AS Coba Memeras 

    “Korea Utara akan berkomunikasi secara tulus dan hati-hati dengan Korea Selatan. Pemimpin Kim juga menyambut baik tawaran dialog Presiden Korea Selatan Moon Jae-in,” kata Ri dalam pidato tersebut.

    Perintah yang dikeluarkan langsung pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, itu terjadi menjelang pertemuan pejabat kedua negara di desa perbatasan Panmunjeom pada 9 Januari mendatang. Pertemuan ini untuk membahas partisipasi Korea Utara dalam gelaran Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan, bulan depan.

    Pemerintah Korea Selatan pun menyambut baik perubahan sikap Pyongyang tersebut. Seperti dilansir The Korea Times, Sekretaris Presiden Moon, Yoon Young-chan, mengatakan kepada wartawan,” Saya yakin sinyal ini menunjukkan komunikasi kedua negara dapat dilakukan kapan saja.”

    Baca juga:
    Korea Selatan Tahan Kapal Tanker Tujuan Korea Utara 

    Saat komunikasi kedua negara masih terbuka, pejabat pemerintah masing-masing negara mengecek saluran komunikasi telepon itu dua kali sehari, yakni pada pagi dan petang.

    Saluran komunikasi di desa perbatasan Panmunjom ini ditutup hampir dua tahun terakhir menyusul keputusan mantan presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, yang secara sepihak menutup kompleks industri Gaeseong. Keputusan ini diambil Park karena Korea Utara kembali meluncurkan uji nuklir keempat meski telah dilarang Perserikatan Bangsa-Bangsa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.