Berantas Judi Sabung, Kamboja Menghukum Mati 92 Ekor Ayam

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandu wisata menjelaskan replika tradisi sabung ayam di Pura Taman Ayun, Kabupaten Badung, Bali, 25 Desember 2017. ANTARA FOTO

    Pemandu wisata menjelaskan replika tradisi sabung ayam di Pura Taman Ayun, Kabupaten Badung, Bali, 25 Desember 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan provinsi Kandal di Kamboja menghukum mati 92 ekor ayam hasil sitaan polisi selama operasi pemberantasan judi sabung awal Desember 2017. Ayam-ayam jantan itu disalahgunakan untuk judi sabung. Setelah dieksekusi, polisi memakan daging ayam itu. 

    Kepala Polisi Daerah Kandal, Roeun Nara, memastikan unggas tersebut dieksekusi pada Rabu, 27 Desember 2017 setelah mendapat perintah pengadilan.

    "Kami berikan ayamnya kepada polisi untuk dimakan," kata Nara seperti dilansir Khmer Times pada 28 Desember 2017.

    Baca: Kesepian, Monyet Rawat dan Bermain dengan Anak Ayam

    Dokumen pengadilan menyatakan eksekusi 92 ekor ayam untuk menghindari pelanggaran berulang di masa depan dan mempercepat proses penyelidikan.

    Kasus ini berawal ketika polisi menggerebek 2 lokasi pusat sabung ayam di distrik Lvea Aem pada 4 Desember. Dalam penggerebekan itu, polisi juga menangkap Thai Pany, sepupu istri Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.

    Thai Phany, yang memegang kewarganegaraan Kamboja dan Australia, diduga yang  mengorganisir operasi perjudian ilegal. 

    Hok Vanthyna, Direktur Pengadilan Provinsi Kandal lalu menandatangani surat perintah mengeksekusi ayam-ayam jantan  karena dapat digunakan untuk perjudian di masa depan.

    Baca: Ini Rahasia Ayam Asia Bisa Bermigrasi ke Afrika

    Namun, eksekusi mati 92 eko ayam menuai kritik keras. Mereka mempersoalkan beratnya hukuman yang diberikan kepada ayam daripada penjudi yang telah menyalahgunakan hewan ternak itu. 

    Banyak penjudi yang ditangkap dijatuhi hukuman ringan. Sebanyak 64 penjudi segera dipidana dengan hukuman satu bulan penjara, namun hukuman tersebut kemudian ditangguhkan.

    "Perintah membunuh ayam? Dimana pemilik ayamnya? "Tulis Hing Soksan di Facebook.

    Pengguna Facebook lain menulis: "Yang terbaik courtesy 2017: menghukum mati 92 ekor ayam."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.