Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

AS Veto Draf Resolusi DK PBB Soal Status Yerusalem, Kenapa?

Reporter

Editor

Budi Riza

image-gnews
Tempat Suci Tiga Agama di Yerusalem
Tempat Suci Tiga Agama di Yerusalem
Iklan

TEMPO.CONew York -- Pemerintah Amerika Serikat menolak seruan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menarik deklarasi soal status Kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Draf resolusi DK PBB menyatakan,"Setiap keputusan dan tindakan yang bertujuan untuk mengubah karakter, status atau komposisi demografi Kota Suci Yerusalem tidak memiliki efek legal, batal dan harus dicabut sesuai dengan ketentuan resolusi DK PBB."

Baca: Dewan Keamanan PBB Segera Bahas Resolusi Status Yerusalem

 

AS menggunakan hak veto untuk menolak draf resolusi rancangan Mesir, yang menyatakan sangat menyayangkan keputusan akhir-akhir ini mengenai status Yerusalem.

Baca: Begini Sejarah Perebutan Yerusalem Sejak Ribuan Tahun Lalu

 

Draf Mesir ini mendapat dukungan dari 14 anggota DK PBB meskipun draf itu tidak menyebut nama AS secara khusus terkait isu status Kota Yerusalem.

"Apa yang kita saksikan di Dewan Keamanan PBB ini merupakan sebuah penghinaan. Ini tidak akan dilupakan," kata Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, setelah sidang DK PBB selesai, Senin, 18 Desember 2017.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ini merupakan veto pertama AS di sidang DK PBB dalam enam tahun. "Kami melakukannya tanpa kegembiraan tapi kami melakukannya juga tanpa keengganan," kata Haley. Menurut dia, AS melakukan ini untuk kepentingan kedaulatan AS dan untuk mempertahankan posisi negara itu dalam proses perdamaian di Timur Tengah sehingga tidak perlu merasa malu. Haley melihat justru negara anggota DK PBB lainnya yang harus merasa malu.

Seperti dilansir media Reuters, keputusan AS ini membuat negara ini semakin terisolasi dalam isu status Kota Yerusalem. Ini menyusul keputusan Presiden AS, Donald Trump, untuk mengakui status Kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan ini menimbulkan penolakan keras dari berbagai negara seperti Palestina, negara-negara Arab, dan sekutu dekat AS seperti negara-negara Eropa. Keputusan Trump ini juga mendapat kritik keras dari PBB dan Paus Fransiskus.

"Keputusan yang dibuat AS membuat suasana menjadi semakin tegang dengan terjadinya sejumlah insiden, seperti roket yang ditembakkan dari Gaza dan bentrokan antara warga Palestina dengan pasukan Israel," kata Nickolay Mladenov, yang merupakan utusan perdamaian PBB untuk Timur Tengah kepada sidang DK PBB sebelum voting dilakukan.

Terkait pemindahan kedubes ke Kota Yerusalem, draf resolusi DK PBB ini juga melarang semua negara melakukannya. Soal ini, Haley mengatakan,"AS memiliki kedaulatan untuk menentukan dimana dan kapan akan membangun kedubes."

Israel menganggap Kota Yerusalem sebagi ibu kota abadi dan menginginkan semua kantor kedubes negara dipindahkan ke sini. Sementara, Palestina menganggap Kota Yerusalaem Timur sebagai ibu kota Palestina di masa depan. Bagian timur Yerusalem ini dicaplok Israel lewat aneksasi pada Perang Enam Hari pda 1967. Namun dunia internasional tidak mengakui aneksasi Israel atas Kota Yerusalem.

REUTERS

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Profil Dick Schoof, Perdana Menteri Belanda yang Baru dilantik Raja Willem-Alexander

10 hari lalu

Perdana Menteri Belanda Dick Schoof. Patrick van Katwijk/Pool via REUTERS
Profil Dick Schoof, Perdana Menteri Belanda yang Baru dilantik Raja Willem-Alexander

Mantan mata-mata Belanda, Dick Schoof dilantik sebagai Perdana Menteri Baru Belanda. Ini dia profilnya.


Unjuk Rasa Tuntut Netanyahu Mundur di Israel, Profil PM Israel Lahir di Tel Aviv dan Dibesarkan di Yerusalem

19 hari lalu

PM Israel Benyamin Netanyahu dan istrinya, Sara. REUTERS
Unjuk Rasa Tuntut Netanyahu Mundur di Israel, Profil PM Israel Lahir di Tel Aviv dan Dibesarkan di Yerusalem

Warga israel tuntut Benjamin Netanyahu mundur setelah terus gempur Gaza. Ini profil PM Israel yang lahir di Tel Aviv dan Dibesarkan di Yerusalem.


Israel Telah Tangkap 9.170 Warga Palestina di Tepi Barat Sejak 7 Oktober

31 hari lalu

Warga Palestina memeriksa kendaraan yang rusak, di kamp pengungsi Al-Faraa dekat Tubas, di Tepi Barat yang diduduki Israel pada 10 Juni 2024. Tentara merusak sistem pembuangan limbah dan air serta memutus aliran listrik selama penggerebekan menjelang fajar, dengan beberapa laporan bentrokan dengan penduduk. REUTERS/Raneen Sawafta
Israel Telah Tangkap 9.170 Warga Palestina di Tepi Barat Sejak 7 Oktober

Warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel melaporkan perlakuan tidak manusiawi dari pihak penjara.


Ragam Aksi Protes Berbagai Negara Kepada Israel

37 hari lalu

Tentara Israel memegang kerangka plastik yang ditemukan di Gaza dan dibawa ke Israel, di tengah konflik Israel dan Hamas, 27 Desember 2023. Sejumlah media menilai kerangka itu sebagai simbol pembantaian terhadap warga Palestina di Gaza.REUTERS/Amir Cohen
Ragam Aksi Protes Berbagai Negara Kepada Israel

Israel disebut-sebut sebagai negara yang paling dibenci. Berimbas kepada warganya yang ditolak masuk di sejumlah negara.


Mengapa Yerusalem Menghadapi Kekerasan selama 'Flag March'?

37 hari lalu

Pemuda Israel dan polisi perbatasan Israel berkumpul menjelang pawai tahunan Hari Yerusalem, di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza antara Israel dan Hamas, di Kota Tua Yerusalem, 5 Juni 2024. REUTERS/Ronen Zvulun
Mengapa Yerusalem Menghadapi Kekerasan selama 'Flag March'?

Warga nasionalis Israel menyerbu kawasan muslim Yerusalem dan menyerang warga Palestina serta jurnalis.


Memperingati 'Flag March', Pemukim Israel Serbu Al Quds, Serang Warga Palestina

38 hari lalu

Warga Israel mengibarkan bendera saat mereka berpartisipasi dalam pawai tahunan Hari Yerusalem, di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza antara Israel dan Hamas, di Yerusalem, 5 Juni 2024. REUTERS/Ronen Zvulun
Memperingati 'Flag March', Pemukim Israel Serbu Al Quds, Serang Warga Palestina

Para pemukim Israel menyerang para jurnalis dan warga Palestina di Kota Tua Al Quds dan melontarkan hinaan terhadap Islam dan bangsa Arab.


Dilarang Beroperasi di Yerusalem, Menlu Spanyol: Konsulat Kami Sudah Ada di Sebelum Israel Berdiri

40 hari lalu

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares, Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide dan Menteri Luar Negeri Irlandia Micheal Martin memberi isyarat setelah konferensi pers di Brussels, Belgia 27 Mei 2024.REUTERS/Johanna Geron
Dilarang Beroperasi di Yerusalem, Menlu Spanyol: Konsulat Kami Sudah Ada di Sebelum Israel Berdiri

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menegaskan bahwa konsulat di Yerusalem telah ada sebelum Israel berdiri


Jelang 76 Tahun Nakba, Palestina Rilis Laporan Kekejaman Israel

13 Mei 2024

Seorang wanita menolong seorang bayi yang menangis di sebuah rumah yang rusak di lokasi serangan Israel, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 29 April 2024. Pihak Palestina juga mengatakan bahwa lebih dari 17 ribu anak Palestina kini hidup tanpa orang tua akibat serangan Israel. REUTERS/Hatem Khaled
Jelang 76 Tahun Nakba, Palestina Rilis Laporan Kekejaman Israel

Jelang 76 tahun Nakba, Palestina merilis laporan mengenai kematian, penahanan, dan pembangunan permukiman ilegal yang dilakukakukan Israel


Top 3 Dunia: Saling Serang Hamas-Israel di Rafah

7 Mei 2024

Anak-anak Palestina memeriksa lokasi serangan Israel di sebuah rumah, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, di Rafah, di selatan Jalur Gaza 5 Mei 2024. REUTERS/Hatem Khaled
Top 3 Dunia: Saling Serang Hamas-Israel di Rafah

Berita Top 3 Dunia pada Senin 6 Mei 2024 berkutat soal saling serang Hamas dan Israel di Rafah, kota di selatan Jalur Gaza.


Israel Gerebek Kantor Al Jazeera di Yerusalem Usai Pemberedelan

6 Mei 2024

Logo Al Jazeera Media Network. REUTERS
Israel Gerebek Kantor Al Jazeera di Yerusalem Usai Pemberedelan

Israel menggerebek kamar hotel di Yerusalem yang dijadikan kantor oleh media Al Jazeera, setelah menutup operasi lokal stasiun televisi tersebut.