Politisi Rasis Amerika Bunuh Diri Usai Korban Ungkap Aibnya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pelecehan seksual. dailymail.co.uk

    Ilustrasi pelecehan seksual. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta -Politisi rasis dari partai Republik, Dan Johnson, tewas bunuh diri dengan menembakkan pistol semi otomatisnya ke arah tubuhnya di jembatan di Mount Washington, Kentucky, Amerika Serikat, Rabu malam, 13 Desember 2017 setelah seorang wanita mengungkap pelecehan seksual yang dilakukan Johnson pada tahun 2013. 

    Johnso, 57 tahun, ditemukan tewas di depan mobilnya dan senjata pistol semi otomatis dekat jasadnya. Aparat keamanan Sheriff Bullit County, Donnie Tinnell mengatakan, Jhonson mengendarai mobilnya ke pedalaman Louisville, memarkir mobilnya dan menembak tubuhnya. 

    Baca: DPR Amerika Serikat Minta Perilaku Seks Donald Trump Diungkap

    Sehari sebelum bunuh diri, Jhonson menggelar konferensi pers di mimbar gerejanya untuk menanggapi tudingan tersebut. Dia mengatakan tuduhan dirinya melecehkan secara seksual seorang wanita di rumahnya benar-benar salah. Menurutnya, tuduhan itu sebagai  bagian dari strategi nasional untuk mengalahkan Republikan konservatif.

    Keesokan harinya sekitar jam 5 sore, Johnson mengunggah pesan di halaman Facebook-nya yang meminta orang-orang untuk menjaga istrinya. Dia menulis bahwa gangguan stres pasca trauma "adalah penyakit yang akan membawa hidup saya, saya tidak dapat menanganinya lagi. Ini telah memenangkan kehidupan, TAPI SURGA ADALAH RUMAH SAYA.  Tapi belakangan diketahui unggahan Jhonson menghilang. 

    Baca: Pelecehan Seksual Efek Kekuasaan? Ini Jawaban Ahli

    Sang senator ini juga sempat menyiarkan pernyataan lamanya di media sosial tentang celaan orang atas  kekerasan seksualnya dengan berujar: "Hanya Tuhan yang tahu yang sebenarnya".

    Kasus yang membelit politisi rasis yang membandingkan presiden Barack Obama dan Michelle Obama dengan monyet berawal ketika Maranda Richmond, yang sekarang berusia 21 tahun, mengungkpakan Jhonson telah melecehkannya pada Malam Tahun Baru 2013. Saat itu usia Maranda 17 tahun.

    Maranda menuturkan Johnson yang adalah pendeta di daerah itu, menciumnya dan menyerangnya secara seksual di ruang bawah tanah rumah politis itu.

    Baca: Menteri Pertahanan Inggris Mundur karena Pelecehan Seksual

    Maranda mengungkapkan bahwa ia sempat mengajukan laporan polisi pada April 2013 namun polisi menutup penyelidikan sebulan kemudian tanpa menanyai Johnson.

    Johnson terpilih menjadi anggota legislatif Kentucky, Amerika Serikat pada tahun 2016. Di negara bagian ini Republikan mendapat kemenangan besar untuk pertama kalinya dalam hampir 100 tahun lamanya.  Dia memenangkan pemilihan meskipun para pemimpin Republik mendesaknya untuk keluar dari pertarungan setelah unggahan rasis Facebook yang dia buat terungkap. Salah satu unggahannya adalah membandingkan Barack dan Michelle Obama dengan monyet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.