MSF: 6.700 Rohingya Tewas di Myanmar

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yousuf Nabi, seorang pengungsi Rohingya berusia 27 tahun yang menjadi dan korban ranjau darat, bersandar di pintu masuk tempat penampungan keluarganya di kamp pengungsi Kutupalong dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 10 Desember 2017. Yousuf kehilangan kedua kakinya saat melarikan diri dari desanya yang dibakar oleh tentara Myanmar dan terkena ranjau darat di dekat perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh. REUTERS

    Yousuf Nabi, seorang pengungsi Rohingya berusia 27 tahun yang menjadi dan korban ranjau darat, bersandar di pintu masuk tempat penampungan keluarganya di kamp pengungsi Kutupalong dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 10 Desember 2017. Yousuf kehilangan kedua kakinya saat melarikan diri dari desanya yang dibakar oleh tentara Myanmar dan terkena ranjau darat di dekat perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya 6.700 warga Rohingya tewas di Myanmar sejak operasi militer pada akhir Agustus 2017. Hal itu dikatakan Doctors Without Borders (MSF) kepada media seperti dikutip Al Jazeera, Kamis, 14 Desember 2017.

    Menurut MSF, data yang disampaikan kepada publik pada Kamis tersebut lebih tinggi dari jumlah korban yang disebut militer Myanmar pada periode yang sama.

    Baca: Gadis Rohingya Dijadikan Budak Seks di Bangladesh

    Sejumlah umat Muslim dan Hindu memang lilin saat mengikuti doa bersama lintas agama di Yangon, Myanmar, 31 Oktober 2017. Warga dari berbagai agama menggelar doa bersama untuk mendukung penanganan krisis Rohingya yang dilakukan pemimpin mereka, Aung San Suu Kyi. AFP Photo

    Sidney Wong, Direktur Medis MSF, mengatakan, organisanya mengumpulkan data setelah melakukan enam kali survei dengan menemui 600 ribu korban kekerasan di barat daya negara bagian Rakhine, Myanmar.

    MSF menerangkan, banyak di antara korban kekerasan di Myanmar tersebut sekarang ini berada di kamp pengungsi Bangladesh yang padat tanpa sanitasi memadai.

    "Apa yang kami temukan sangat mengejutkan, baik dari segi jumlah orang yang melaporkan anggota keluarga meninggal akibat kekerasan maupun bagaimana mereka terbunuh," ucapnya.Pengungsi Rohingya mengambil air dari pompa air manual, di dekat toilet umum yang terbuat dari bambu dan tertutup terpal, di sebuah kamp pengungsi Kutupalong di Cox's Bazar, Bangladesh, 21 November 2017. REUTERS

    "Jumlah korban tewas sepertinya sulit diperkirakan karena tidak semua lokasi kamp pengungsi di Bangladesh didatangi. Selain itu kami juga tidak menghitung jumlah keluarga yang menjadi korban kekerasan di Myanmar."

    Baca: AP: Perkosaan Perempuan Rohingya di Myanmar Sistematis

    Sejumlah laporan menyebutkan, sedikitnya 9.000 Rohingya tewas di Rahine, Myamar, akibat kekerasan sejak 25 Agustus 2017 hingga 24 September 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.