Kim Jong-un Ingin Lenyapkan Amerika Serikat, Kenapa?

Jum'at, 19 Mei 2017 | 16:20 WIB
Kim Jong-un Ingin Lenyapkan Amerika Serikat, Kenapa?
Ekspresi pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, saat melihat detik-detik uji coba rudal balistik jarak jauh Hwasong-12 bersama dengan ilmuwan dan peneliti Tentara Rakyat Korea, 15 Mei 2017. KCNA via REUTERS

TEMPO.CO, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un menyebut Amerika Serikat adalah sarang kejahatan maka harus dihapuskan dari muka bumi.



Pernyataan Jong-un itu adalah perang psikologis terbaru antara Korea Utara dan Amerika Serikat yang belum juga menunjukkan pertanda akan mereda dalam waktu dekat.



Dalam pernyataan yang dimuat koran lokal Rodong Sinnum pada Kamis, 18 Mei 2017 itu, Jong-un juga mengatakan bahwa tindakan Amerika Serikat melakukan spionase terhadap Korea Utara hanya akan membawa kehancuran ke negara barat itu.



Baca: Amerika Serikat Akan Susupkan Mata-Mata ke Korea Utara



"Operasi yang sangat bodoh melawan pimpinan tertinggi Korea Utara dan fasilitas strategisnya hanya akan menyingkapkan penderitaan buruk di Amerika yang telah mengalami kekalahan tercela," kata Jong-un dalam media itu, seperti dilansir Daily Mail, Jumat 19 Mei 2017.



Jong-un menambahkan tekanan dan tindakan ekstrim yang dilaksanakan oleh Presiden Donald Trump seperti kebijakan negara yang membiayai terorisme selain melakukan provokasi secara terbuka dan menjalankan operasi pengintaian.



"Amerika merupakan 'sarang kejahatan yang harus dihapuskan dari muka bumi ini," demikian dituliskan dalam artikel berjudul Do not dream Silly Dream (Jangan Impikan Impian Bodoh).



Baca: Amerika Serikat-Korea Utara Siap Berunding Soal Senjata Nuklir



Pernyataan terbaru itu dirilis sepekan setelah Korea Utara menuduh Negeri Abang Sam sebagai negara yang membiayai terorisme setelah percobaan pembunuhan Jong-un menggunakan bahan kimia.



Sebelum ini, Trump menyatakan bahwa konflik Amerika-Korea Utara mungkin perlu diselesaikan melalui opsi militer tetapi ia ingin krisis tersebut dihentikan secara diplomasi.



Ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara memuncak ketika Kim Jong-un terus ngotot ingin melanjutkan tes rudal dan nuklir ditengah pengetatan sanksi oleh Amerika.



DAILY MAIL | YON DEMA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan