Selamatkan Trump, Putin Siap Beri Transkip Pembicaraan

Rabu, 17 Mei 2017 | 20:16 WIB
Selamatkan Trump, Putin Siap Beri Transkip Pembicaraan
Presiden Rusia Vladimir Putin memeriksa paspor yang akan diberikan ke aktor laga Amerika Serikat, Steven Seagal di Kremlin di Moskow, Rusia, 25 November 2016. REUTERS

TEMPO.CO, Moskow – Presiden Vladimir Putin menyatakan dirinya siap memberikan transkrip rekaman pembicaraan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Putin menyatakan hal itu dalam konferensi pers pada Rabu, 17 Mei 2017, di Moskow sehubungan sumber mengungkapkan ke media-media di Amerika Serikat bahwa Trump telah membocorkan data rahasia kepada Rusia dalam pertemuan dengan Lavrov pekan lalu.



”Jika dimungkinkan oleh pemerintah Amerika Serikat, kami siap memberikan rekaman percakapan antara Lavrov dan Trump kepada Kongres dan Senat,” kata Putin, seperti dilansir Telegraph pada 17 Mei 2017.

Putin menjelaskan, penyerahan transkrip itu dilakukan agar tidak ada salah persepsi terkait dengan pembicaraan stafnya dengan Trump. Ia juga mengatakan, dalam transkrip itu, tidak ada hal rahasia yang dibicarakan.

Pernyataan Putin disampaikan sehari setelah Trump mengaku bahwa dirinya telah memberikan informasi rahasia intelijen Amerika Serikat kepada Rusia.

Trump mengaku telah membagikan informasi kepada Rusia seraya menegaskan ia menjalankan hak pereogatifnya sebagai presiden.

”Sebagai presiden, saya mau membaginya dengan Rusia (dalam pertemuan terbuka di Gedung Putih), dalam hal ini saya memiliki hak absolut untuk melakukannya, fakta-fakta terkait pada terorisme dan keselamatan penerbangan, alasan-alasan kemanusiaan, plus saya ingin Rusia melangkah maju dalam memerangi ISIS dan terorisme,” demikian cuitan Trump di akun Twitternya, 16 Mei 2017.

Menyadari telanjur informasi dibagikan oleh Trump, sejumlah pihak yang menghadiri pertemuan itu langsung menghubungi badan intelijen nasional, CIA dan NSA.

Informasi yang dibagikan Trump ke Rusia pekan lalu diduga membahas plot ISIS serta data intelijen dari negara-negara sekutu Amerika yang sangat sensitif untuk dibagikan dengan negara lain.

TELEGRAPH | SKY NEWS | INDEPENDENT | YON DEMA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan