TEMPO di BAGDAD : Milisi Bagdad Tak Terkendali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Bahkan, sejumlah rumah sakit pun menjadi sasaran penjarahan mereka Paska Kejatuhan Baghdad, milisi-milisi terus bermunculan. Bersenjatakan senapan laras panjang Kalashnikov, mereka mencegat mobil-mobil di tengah jalanan, di Baghdad. Bahkan, sejumlah rumah sakit pun menjadi sasaran penjarahan mereka. Ketika TEMPO sedang menuju Rumah Sakit Al Nu'man, di dekat jembatan 14 Ramadan, sekitar 7 orang memblokade gang menuju rumah sakit tersebut. Mereka mendekati mobil yang TEMPO tumpangi, sembari menghardik, "Mau kemana." Tanpa menunggu jawaban, mereka segera menyuruh pergi, dan melarang menuju ke RS tersebut. Beruntung. Karena, seandainya ada "bule" di mobil yang TEMPO tumpangi, niscaya sudah jadi sasaran "Ali Baba". Memang, sejak tentara amerika menguasai Baghdad, banyak milisi tak terkendali. Para tentara dan pejuang Irak yang melarikan diri, berubah menjadi milisi-milisi liar. Bahkan ketika sedang melintas di Nissor Square, TEMPO melihat mereka sedang mencegat mobil dan merampas barang-barang pemiliknya. Sesekali, mereka menyentakkan senpinya ke udara untuk menakut-nakuti penduduk. Namun demikian, tak semua milisi berubah menjadi penyamun. Seperti halnya beberapa orang bersenapan yang menjaga Rumah Sakit Umum Yarmouk. Menurut Dokter Najib Slewa, ahli bedah senior, mereka diperlukan untuk mengamankan RS dari penjarahan total. "Soalnya, sejak kamis, rumah sakit terus disatroni para ali baba," ujarnya. Dan benar, ketika TEMPO masuk ke RS, sudah tak ada lagi harta benda yang tersisa. Bahkan sampai ke kasur dan dipan sekalipun, diangkut habis oleh ali baba. "Padahal, kasur itu masih bergelimang darah pasien," katanya lagi. Jika situasi ini terus berlangsung, Baghdad bakal terus kehilangan sisi kemanusiaannya. Bahkan tentara amerika pun, tidak berusaha melarang mereka. Sementara pada sisi lain, Baghdad sudah kehilangan pemimpin. Hingga saat ini, tak ada kabar ihwal keberadaan Saddam dan kabinetnya. (Rommy Fibri/Bagdad TNR)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.