Israel Minta Warganya Tidak Liburan ke Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu keluarga Yahudi menggunakan kostum superhero pada perayaan liburan Purim di Ashkelon, Israel, 12 Maret 2017. Liburan Purim merupakan perayaan keselamatan orang-orang Yahudi dari genosida di Persia kuno. REUTERS/Amir Cohen

    Satu keluarga Yahudi menggunakan kostum superhero pada perayaan liburan Purim di Ashkelon, Israel, 12 Maret 2017. Liburan Purim merupakan perayaan keselamatan orang-orang Yahudi dari genosida di Persia kuno. REUTERS/Amir Cohen

    TEMPO.CO, Tel Aviv - Seluruh warga Israel diminta tidak melakukan perjalanan ke Turki, bila mereka sudah terlanjur di sana agar segera kembali ke tanah air. Hal itu disampaikan oleh Biro Anti-Teoris Israel, Kamis, 14 September 2017.

    Biro juga memperingatkan para pelancong Israel tidak bepergian ke Eropa selama musim liburan Yahudi untuk mengantisipasi kemungkinan serangan teroris yang dilakukan oleh ISIS.

    "Orgnisasi jihad dunia, termasuk ISIS dan kelompok lainnya, akan melakukan serangan teroris di seluruh dunia," ujar Biro.

    Selain ke Eropa, warga Israel yang akan mengisi masa liburannya juga dilarang berkunjung ke negara-negara di Timur Tengah seperti Yordania dan Mesir khususnya Jazirah Sinai.

    Barat: Yahudi Ortodoks Rayaka Liburan Lag Ba`Omer

    Pelarangan yang disampaikan oleh Biro Israel itu menjelang musim liburan di negeri tersebut. Menurut Biro, hampir seluruh serangan teroris dilancarkan di negara-negara Barat, khususnya di utara dan barat Eropa.

    "Warga Israel juga diminta waspada di tempat-tempat keramaian dan pusat transportasi umum," tulis Middle East Monitor.

    Ribuan warga israel diperkirakan akan melakukan perjalanan ke luar negeri saat musim liburan Yahudi, Hashanah dan Tishrei, yang dimulai pada tahun baru Yahudi pada 20 September 2017 hingga berkahir awal Oktober 2017.

    MIDDLE EAST MONITOR | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.