Respon Korea Utara, Korea Selatan Jatuhkan 8 Bom di Perbatasan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat pembom Amerika B-1B Lancer terbang diatas langit Korea Selatan saat latihan militer bersama pada 8 Juli 2017. Pesawat pembom US Air Force B-1B berlatih bersama dengan jet tempur F-15 milik Korsel dan jet tempur F-16 milik AS di langit Semenanjung Korea. South Korean Air Force/Yonhap via REUTERS

    Pesawat pembom Amerika B-1B Lancer terbang diatas langit Korea Selatan saat latihan militer bersama pada 8 Juli 2017. Pesawat pembom US Air Force B-1B berlatih bersama dengan jet tempur F-15 milik Korsel dan jet tempur F-16 milik AS di langit Semenanjung Korea. South Korean Air Force/Yonhap via REUTERS

    TEMPO.CO, Seoul - Empat jet tempur F-15  Korea Selatan menjatuhkan sedikitnya 8 bom di dekat perbatasannya dengan Korea Utara, sebagai respon uji coba rudal terbaru Pyongyang yang berhasil melintasi angkasa Jepang.

    Pertunjukan kekuatan—yang diperintahkan oleh presiden Korea Selatan Moon Jae-in, melibatkan empat jet tempur F-15 dengan menjatuhkan bom serbaguna MK84.

    Bom multi-tujuan MK-84 adalah amunisi 2.000 ton yang dapat menembus sedalam 11 meter ke dalam tanah dan 11 kaki di beton. Korea Selatan mengatakan bahwa seluruh 8 sasaran berada di wilayah negara itu sendiri.

    Baca: Korea Utara Luncurkan Rudal, Berikut Reaksi Presiden Trump

    Moon melalui juru bicaranya, Yoon Young-chan, mengatakan, manuver pengeboman ini dilakukan dalam latihan tembak-menembak di dekat perbatasan kedua Korea di Taebaek.

    Menurut Young-chan, latihan pengeboman diperintahkan segera setelah pertemuan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas kemungkinan tindakan balasan yang dapat dilakukan oleh Seoul terhadap provokasi rudal balistik Pyongyang.

    ”Kami menilai provokasi Korea Utara sangat parah dan memutuskan untuk mempertahankan postur waspada dalam persiapan kemungkinan adanya provokasi tambahan oleh Korea Utara,” kata pihak Dewan Keamanan Nasional (NSC) seperti dilansir Yonhap, Selasa 29 Agustus 2017.

    Tak lama setelah pertemuan NSC, Direktur Keamanan Nasional Korea Selatan, Chung Eui-yong menghubungi Penasihat Keamanan Nasional Donald Trump, HR McMaster untuk membahas insiden tersebut.

    “Presiden Donald Trump telah sepenuhnya mendukung kebijakan Moon terhadap Korea Utara dan tanggapan pemerintah Korea Selatan terhadap provokasi Korea Utara,” ujar Eui-yong mengutip pernyataan McMaster.

    Peluru kendali (rudal) yang ditembakkan Pyongyang dinyatakan Korsel sebagai rudal balistik jarak menengah. Rudal ini melewati wilayah udara Hokaido sebelum jatuh di perairan Jepang di Laut Pasifik.

    Baca: Rudal Korea Utara yang Lintasi Jepang Hancur Jadi Tiga Bagian

    Aksi ini telah dikecam oleh Tokyo sebagai ancaman serius yang belum pernah terjadi sebelumnya ke wilayah tersebut.

    "Kami akan melakukan yang terbaik untuk melindungi kehidupan masyarakat," ujar Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, seperti dilansir Independent.

    Peluncuran tersebut merupakan yang pertama kali dilaporkan dari Sunan, yang merupakan lokasi bandara internasional Pyongyang. Mendorong spekulasi bahwa Korea Utara telah menembakkan rudal dari landasan pacu bandara.

    Landasan landasan pacu bisa memberi ruang ideal untuk meluncurkan rudal seperti Hwasong-12, juga menunjukkan bahwa Korea Utara dapat meluncurkan rudalnya dari mana saja.

    INDEPENDENT | YONHAP | YON DEMA | SITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.