Suap Ex Presiden Korea Selatan, Miliarder Samsung Dibui 5 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mencoba Samsung Galaxy Note 8 dalam acara peluncuran di New York City, 23 Agustus 2017. Samsung Galaxy Note 8 hadir dengan Android 7.1.1 Nougat. REUTERS/Brendan McDermid

    Pengunjung mencoba Samsung Galaxy Note 8 dalam acara peluncuran di New York City, 23 Agustus 2017. Samsung Galaxy Note 8 hadir dengan Android 7.1.1 Nougat. REUTERS/Brendan McDermid

    TEMPO.CO, Seoul - Miliarder sekaligus ahli waris kerajaan bisnis Samsung, Lee Jae-yong, dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun karena terbukti bersalah menyuap bekas Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, Jumat, 25 Agustus 2017.

    Tiga hakim pengadilan juga menyatakan Lee bersalah lantaran menyembunyikan asetnya di luar negeri, menyembunyikan keuntungan perusahaan dari hasil kejahatan, serta bersumpah palsu.

    Baca: Samsung Galaxy Note 8 Bawa Banyak Fitur Menggoda

    Di depan meja hijau pengadilan Seoul, hakim menemukan bukti bahwa Lee telah menyuap  Park Geun-hye dan sahabatnya Choi Soon-sil agar kedua pejabat tersebut mendukung kewenangannya mengawasi seluruh bisnis raksasa Samsung.

    Ketika majelis hakim menjatuhkan vonis lima tahun, Lee sebagai wakil pimpinan Samsung Electronics Co dan ahi waris konglomerat Korea Selatan, tidak menunjukkan reaksi berlebihan saat meninggalkan ruang sidang.

    "Kami merencanakan naik banding," kata pengacara Lee.

    Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim itu menandai jatuhnya pendapatan keluarga terkaya di Korea Selatan itu, serta kehilangan kendali atas salah satu perusahaan eletronik terrkemuka di dunia.

    Bloomberg dalam laporannya menyebutkan, miliarder Lee secara de facto telah memimpin kerajaan elektronik Korea Selatan itu ketika ayahnya harus dirawat di rumah sakit akibat serangan jantung pada 2014. Keluarga Lee menguasai seluruh saham Samsung. Belakangan, kasus menyuap Park Geun-hye melilitnya.

    SKY | MARKET WATCH | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.