Jet Pengebom Nuklir Rusia Terbang di Atas Samudra Pasifik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Pembom Rusia, Tupolev Tu-95MS meluncurkan bomnya dengan target lokasi markas militan ISIS di Suriah, 20 November 2015. Tiap harinya pesawat pembom Rusia dilancarkan untuk membombardir markas ISIS. REUTERS

    Pesawat Pembom Rusia, Tupolev Tu-95MS meluncurkan bomnya dengan target lokasi markas militan ISIS di Suriah, 20 November 2015. Tiap harinya pesawat pembom Rusia dilancarkan untuk membombardir markas ISIS. REUTERS

    TEMPO.CO, Moskow - Jet pengebom nuklir Rusia dilaporkan terbang di atas langit Samudra Pasifik, Laut Jepang, Laut Kuning, dan Laut Cina Timur, Kamis, 24 Agustus 2017. Aksi penerbangan pesawat tempur itu, tulis Reuters, membuat Jepang dan Korea Selatan murka.

    Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya kepada media, Kamis, 24 Agustus, mengatakan jet pengebom Tupolev-95MS yang dijuluki "Beruang" oleh NATO itu terbang di perairan internasional dan dikawal oleh jet tempur Rusia lainnya, Sukhoi-35S dan A-50, jenis pesawat peringatan dini dan pengawas.

    Baca: Beli Pesawat Sukhoi Rusia, Indonesia Bayar Pakai Komoditas Ekspor

    Namun demikian, Rusia tidak memberikan keterangan berapa jumlah pesawat pembunuh yang ikut dalam penerbangan tersebut, serta tidak menerangkan kapan dan mengapa mereka ikut ambil bagian dalam misi tersebut.

    Baca: Pesawat Perang Suriah Ditembak Jatuh, Rusia Ancam Jet Amerika

    "TU-95MS adalah jet pengebom yang bertugas memberikan dukungan pengisian bahan bakar di udara selama misi penerbangan berlangsung," bunyi pernyataan Kementerian.

    Selama melakukan misi tempur, papar Kementerian, seluruh jet pengebom nuklir Rusia  itu dibayangi oleh jet militer Korea Selatan dan Jepang.

    Rusia yang berbagi perbatasan dengan Korea Utara berkali-kali bersuara lantang mengenai munculnya ketegangan di Semenanjung Korea akibat program nuklir Pyongyang.

    REUTERS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.