Kue 106 Tahun Ditemukan di Antartika, Masih Layak Dimakan Lo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kue buah yang ditemukan di Cape Adare, Victoria Land, Antartika Timur, diduga berasal dari rombongan Robert Falcon Scott (1911). Antartika Heritage Trust

    Kue buah yang ditemukan di Cape Adare, Victoria Land, Antartika Timur, diduga berasal dari rombongan Robert Falcon Scott (1911). Antartika Heritage Trust

    TEMPO.CO, Wellington - Sepotong kue buah kukus baru-baru ini ditemukan di Antartika, dan diduga telah berusia lebih dari 100 tahun. Uniknya, kue itu diyakini masih layak disantap.

    Baru-baru ini hidangan kue buah itu menarik perhatian dunia ketika ditemui di tengah lapisan es di Antartika.

    Menurut kelompok Antartic Heritage Trust (AHT) yang berbasis di Selandia Baru, para ahli konservasi menemukan kue buah yang tertutup es yang mereka yakini pernah dimiliki oleh penjelajah Inggris Robert Falcon Scott, di salah satu daerah yang paling tidak bersahabat yang diketahui manusia.

    Menariknya lagi, kue buah itu sudah berusia 106 tahun dan ditemukan masih bisa dimakan.

    "Kue itu, yang diyakini dibawa Scott dalam jelajah Terra Nova antara 1910-1913, ditemukan di bangunan tertua Antartika yang digunakan tim Scot pada 1911," menurut kelompok AHT.

    Makanan penutup, yang ditemukan terbungkus kertas dan kertas alumunium foil dalam sebuah kaleng itu, dibuat oleh perusahaan biskuit Inggris Huntley & Palmers.

    Ada dokumen yang menegaskan Scott membawa merek kue itu saat menjelajah.

    Manajer Program Artefak AHT, Lizzie Meek, mengatakan bahwa kue itu masih dalam kondisi baik dan layak disantap.

    "Ada sedikit bau mentega tengik tapi selain itu, ia tampak seperti masih bisa dimakan," katanya. "Tidak dapat dipungkiri suhu di Antartika yang membantu kue ini awet."

    Kue tersebut adalah antara 1.500 artefak yang dikumpulkan dari dua pondok oleh tim penggiat konservasi yang bekerja di situs itu sejak Mei 2016.

    Tim tersebut menyelesaikan sebagian proyek konservasi pada bulan Juli. Beberapa artefak lainnya yang ditemukan termasuk peralatan, pakaian dan makanan yang dijadikan sebagai bekal oleh penjelajah di masa lalu.

    Semua artefak dari Antartika diterbangkan ke Christchurch, Selandia Baru, di mana dilestarikan di laboratorium di Canterbury Museum.

    THE SUN | NEW YORK TIMES | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.