Politikus dari Kasta Terendah Terpilih Jadi Presiden India

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ram Nath Kovind. thelogicalindian.com

    Ram Nath Kovind. thelogicalindian.com

    TEMPO.CO, New Delhi - India telah memiliki presiden baru yang berasal dari kasta terendah dalam sistem strata sosial negara itu.

    Ram Nath Kovind, politikus yang relatif tidak dikenal dan anggota kasta terendah atau Dalit, telah terpilih sebagai presiden ke-14 negara tersebut pada Kamis, 20 Juli 2017.

    Kovind yang merupakan Gubernur Negara Bagian Bihar, memenangkan suara mayoritas untuk mengalahkan rivalnya dari partai oposisi, Meira Kumar. Kumar seorang mantan anggota parlemen dan juga anggota komunitas Dalit.

    Kovind mengamankan 2.930 suara dalam pemilihan yang melibatkan hampir 5.000 anggota parlemen dari parlemen pusat dan badan legislatif negara bagian. Adapun Kumar hanya mendapat 1.844 suara.

    Baca: Mantan Presiden Meninggal, India Berkabung 7 Hari

    Ram Nath Kovind, 72 tahun, yang dinominasikan oleh partai penguasa India, BJP, bukanlah Dalit pertama yang menjadi presiden India.

    Sebelumnya, Kocheril Raman Narayanan mengisi jabatan itu pada 1997, lebih dari setengah abad setelah Mahatma Gandhi berjanji untuk mengakhiri sistem diskriminasi kuno yang menyulitkan posisi kamu Dalit di negara tersebut.

    Pemilihan Kovind secara luas dipandang sebagai bagian dari strategi oleh Perdana Menteri Narendra Modi untuk memperluas dukungan di antara komunitas Dalit India yang diyakini mencapai 200 juta orang.

    Kaum Dalit, yang sering disebut sebagai orang tak tersentuh, menempati anak tangga terendah dalam sistem kasta India. Secara tradisional dipandang sebagai kelompok "tidak murni" yang terus bergulat dengan penganiayaan dan pengucilan.

    India secara perlahan mulai menghapus batasan bagi kaum kasta rendah di negara itu dari pendidikan dan pekerjaan.

    Salah satunya adalah aturan yang mewajibkan bahwa seperlima dari keseluruhan kandidat anggota parlemen harus berasal dari kaum Dalit di bawah undang-undang penegakan hukum untuk memperbaiki keterwakilan dan melarang diskriminasi. Dalit juga dijamin proporsinya di tempat kuliah dan pegawai pemerintah.

    Meskipun demikian, di wilayah-wailayah pedesaan masih sering terjadi anggota kasta terendah itu dipaksa tinggal di daerah terpisah atau dicegah menggunakan fasilitas komunal seperti air mancur.

    Kovind, seorang pengacara yang pernah bertugas di Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung Delhi, tidak pernah memegang jabatan yang dipilih secara populer sebelumnya.

    Selama dua tahun terakhir dia menduduki jabatan gubernur Bihar, jabatan yang diangkat oleh perdana menteri. Sebelum menjabat sebagai presiden India, Kovind juga menjabat sebagai juru bicara nasional BJP antara 2010 dan 2012.

    CNN | TIMES OF INDIA | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.