Ribut Soal Kurdi, Amerika Komit Melindungi Turki  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Kurdi dari People's Protection Units (YPG) berjaga di dekat tank militer AS yang tengah berpatroli di kawasan perbatasan antara Turki dan Suriah di Darbasiya, Suriah, 29 April 2017. REUTERS/Rodi Said

    Tentara Kurdi dari People's Protection Units (YPG) berjaga di dekat tank militer AS yang tengah berpatroli di kawasan perbatasan antara Turki dan Suriah di Darbasiya, Suriah, 29 April 2017. REUTERS/Rodi Said

    TEMPO.CO, London – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis mengatakan kepada Perdana Menteri Turki Binali Yildrim di London, Kamis, 11 Mei 2017, bahwa Washington komit melindungi seluruh anggota NATO.

    Pernyataan yang disampaikan oleh juru bicara Pentagon itu untuk menjawab kemarahan Turki terhadap Amerika karena telah menyuplai senjata bagi militan Kurdi di Suriah.

    Kelompok perlawanan Kurdi dianggap teroris oleh pemerintah Turki.

    Dalam sebuah pertemuan selama setengah jam di London, tempat keduanya menghadiri konferensi masalah Somalia, muncul pembicaraan tingkat tinggi di antara dua negara ini sejak Amerika mengumumkan bahwa negaranya telah memasok senjata kepada militan Kurdi.

    Turki memandang Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) adalah kelompok militan yang melakukan perlawanan di negaranya.

    Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Amerika membatalkan keputusannya mempersenjatai militan Kurdi Suriah karena mereka dianggap kelompok teror.

    ”Saya berharap sangat banyak bahwa kesalahan ini akan segera dikoreksi,” kata Erdogan setelah Washington mengumumkan akan mempersenjatai Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dalam perang melawan militan lain di Suriah.

    Erdogan berjanji akan menyampaikan kekhawatirannya itu dalam pertemuannya dengan Presiden Donald Trump di Washington pada 16 Mei 2017.

    REUTERS | AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.