Saudi Sumbang Rp 1,5 Triliun untuk Bangun 56 Masjid Bangladesh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak membaca Alquran saat menunggu untuk berbuka puasa di dalam masjid di Old Dhaka, Bangladesh, 30 Juni 2014. REUTERS/Andrew Biraj

    Anak membaca Alquran saat menunggu untuk berbuka puasa di dalam masjid di Old Dhaka, Bangladesh, 30 Juni 2014. REUTERS/Andrew Biraj

    TEMPO.CO, Dhaka - Kerajaan Arab Saudi akan menyumbangkan dana sebesar Rp 1,5 triliun bagi mayoritas umat Islam di Bangladesh. Menurut Press Trust of India, Kamis, 20 April 2017, dana sebesar itu untuk pembangunan 560 masjid seluruh Bangladesh.

    Keputusan memberikan bantuan dana pembangunan masjid tersebut menyusul kunjungan Perdana Menteri Bangaladesh, Sheikh Hasina, ke Arab Saudi Juni 2016.

    "Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud menemui langsung Perdana Menteri Hasina," tulis Dhaka Tribune.

    Mengutip keterangan pejabat yang tak bersedia disebutkan namanya di kantor Kementerian Luar Negeri, model dan bentuk masjid yang mendapatkan bantuan itu akan diluncurkan sesegera mungkin.

    "Masjid yang akan dibangun itu berada di setiap distrik dan kota madya," ujarnya.

    Masjid ini sanggup menampung sedikitnya 450 ribu jamaah pria dan lebih dari 30 ribu jamah wanita untuk salat setiap hari. Di samping itu dilengkapi pula ruangang bagi sekitar 2.000 tamu asing dan perpustakaan untuk 34 ribu orang.

    Selain untuk tempat ibadah, masjid diharapkan juga menjadi pusat budaya dan kegiatan. Menurut rencana, proyek pembangunan masjid ini menyediakan sekolah dasar bagi 150 ribu murid dan tempat pendafataran haji secara digital.

    Saudi sepakat juga memberikan donasi dana bagi pembangunan kampus permanen untuk Universitas Arab Islam di Keranigaj di Dhaka.

    BERNAMA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.