Presiden Trump Bahas Serangan ke Suriah dengan Merkel dan May

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangkalan udara Shayrat di Suriah, setelah dihantam rudal jelajah Tomahawk, 7 April 2017. Amerika melakukan serangan setelah menuduh pesawat tempur Suriah menggunakan senjata kimia saat menggempur wilayah yang dikuasai pemberontak. DigitalGlobe via AP

    Pangkalan udara Shayrat di Suriah, setelah dihantam rudal jelajah Tomahawk, 7 April 2017. Amerika melakukan serangan setelah menuduh pesawat tempur Suriah menggunakan senjata kimia saat menggempur wilayah yang dikuasai pemberontak. DigitalGlobe via AP

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendiskusikan serangan ke Suriah dengan Kanselir Jerman  Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris Theresa May melalui telepon.

    "May dan Merkel mendukung aksi AS dan setuju dengan Presiden Trump bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad harus bertanggung jawab atas serangan bom kimia," kata Gedung Putih melalui sebuah pernyataan.

    Baca: Terungkap, Jenderal Ini yang Jatuhkan Bom Sarin di Suriah

    Gedung Putih menambahkan, Presiden AS dan kedua pemimpin Eropa sepakat untuk tetap berhubungan mengenai Suriah dan isu-isu internasional lainnya yang menjadi perhatian bersama.

    AS menembakkan sedikitnya 59 rudal Tomahawk ke pangkalan Angkatan Udara Suriah, akhir pekan lalu, setelah lokasi ini diduga menjadi titik tolak serangan senjata kimia Suriah Provinsi Idlib.

    Baca: Telepon Presiden Suriah, Presiden Iran Rouhani Berikan Dukungan

    Akibat serangan kimia yang dilancarkan pada Selasa pekan lalu, menurut Syrian Obsevatory for Human Right, 86 orang termasuk 27 anak tewas.

    Pejabat AS yang tak bersedia disebutkan namanya yakin bahwa Rusia selaku sekutu utama Suriah mengetahui serangan yang dengan senjata kimia tersebut.

    LONDON SOUTH EAST | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.