36 Rudal Tomahawk Amerika Ternyata Tak Capai Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hanggar pesawat tempur Suriah terlihat terbakar dan rusak setelah serangan dari Amerika Serikat di Shayrat tenggara dari Homs, Suriah, 7 April 2017. Rudal AS Tomahawk, menyerang wilayah Suriah pada Kamis, 6 April 2017 malam. AP

    Hanggar pesawat tempur Suriah terlihat terbakar dan rusak setelah serangan dari Amerika Serikat di Shayrat tenggara dari Homs, Suriah, 7 April 2017. Rudal AS Tomahawk, menyerang wilayah Suriah pada Kamis, 6 April 2017 malam. AP

    TEMPO.CO, Moskow - Dari 59 rudal Tomahawk milik Amerika Serikat yang ditembakkan dari dua kapal perang ke pangkalan angkatan udara Suriah, hanya 23 yang mencapai target. Sisanya, belum diketahui keberadaannya.

    Rekaman data Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan hanya 23 rudal Tomahawk yang tepat sasaran.

    Baca juga: Rudal Tomahawk Tempuh Empat Menit untuk Tiba di Suriah

    "Efektivitas tembakan rudal Amerika Serikat yang masif ke pangkalan angkatan udara Suriah sangat rendah," kata Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip dari TASS, Jumat, 7 April 2017.

    Berdasarkan data radar Rusia, rudal Tomahawk ditembakkan dari dua kapal perang perusak Amerika Serikat, USS Porter dan USS Ross dari laut Mediterania antara jam 03.42 dan 3.56 pagi waktu Moskow.

    Baca juga: Senjata Utama Amerika, Satu Rudal Tomahawk Seharga Rp 11 Miliar

    Sebanyak 23 rudal Tomahawk ditembakkan dari USS Ross dan 36 Tomahawk ditembakkan dari USS Porter.

    Namun, pejabat tinggi Amerika Serikat mengatakan sebanyak 58 dari 59 rudal Tomahwak telah menghancurkan target yang dituju.

    Menurut pejabat tinggi Suriah, serangan militer Amerika Serikat mengakibatkan kerusakan material yang luas.

    TASS | CNN | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.